Suara.com - Satu per satu Kontingen Indonesia bertolak ke Jepang dan hari ini giliran cabang olahraga para-atletik dan tim Chef de Mission (CdM) menuju Paralimpiade Tokyo menggunakan pesawat bernomor penerbangan NH 872, Jumat pagi WIB.
Rombongan besar ini dijadwalkan mendarat di Bandar Udara Haneda International pukul 16.25 waktu setempat.
Kloter kali ini dipimpin COVID-19 Liaison Officer Andar Perdana Widiastono. Selaku pimpinan rombongan, Andar Perdana memberikan dukungan kepada tim agar tetap semangat hingga nanti pulang kembali ke Indonesia dengan hasil yang baik.
"Kita bukan individual jadi harus jaga kekompakan. Pasti ada kebosanan saat terbang tapi kita harus bersabar. Semoga kita pulang bisa membawa sukses bagi negara dan bangsa," kata Andar dalam siaran NPC Indonesia, Jumat (20/8/2021).
Tim para-atletik berangkat dari Solo menuju Bandara Soekarno-Hatta Jakarta Kamis pukul 17.00 WIB dengan menggunakan supporting bus dari Juragan99Trans.
Sebelumnya Ketua NPC Indonesia Senny Marbun bersama dua tim supporting dan satu asisten lebih dulu berangkat menggunakan kendaraan pribadi dan kemudian bertolak bersama dengan rombongan yang dipimpin Andar untuk terbang ke Tokyo.
Total kontingen Indonesia yang berangkat hari ini berjumlah 17 orang, termasuk enam atlet dan tiga pelatih.
Senny Marbun dan Deputi CdM Kontingen Naek Parulian Washington juga berangkat dengan kloter yang sama didampingi oleh CLO, dua tim supporting, satu attache dan satu asisten Ketua Umum NPC Indonesia.
Sementara satu atlet para-atletik yang belum berangkat Setiyo Budi Hartanto baru berangkat ke Tokyo pada 23 Agustus 2021.
Baca Juga: 95 Persen Program Paralimpiade Tokyo Terdampak Lonjakan COVID-19
Berdasarkan jadwal, para-atletik akan berlomba mulai 27 Agustus hingga 4 Septermber.
Bagi para-atletik Indonesia, keberangkatan ke Tokyo kali ini merupakan prestasi membanggakan karena merupakan kali pertama meloloskan tujuh atlet.
Jumlah ini terbesar yang dicatatkan cabang para-atletik sepanjang ikut serta dalam pesta olahraga atlet penyandang disabilitas terbesar di dunia tersebut. (Antara)
Berita Terkait
-
Jelang Kedatangan Trump ke China, Korut Tembakkan Rudal Balistik, Korsel Ketar-ketir
-
Sinopsis Deep Revenge, Drama Jepang Dibintangi Hori Miona dan Iijima Hiroki
-
Sinopsis Erica, Film Horor Jepang Terbaru Mochizuki Ayumu dan Hayashi Meari
-
Manuver Diam-diam Jepang demi Selat Hormuz, Hubungi Iran Minta Hal Ini
-
Sinopsis Mukunaru Shonin, Drama Hukum Jepang Dibintangi Karasawa Toshiaki
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Debut Pelatih di Thomas Cup 2026, Hendra Setiawan Akui Lebih Pusing Daripada Jadi Pemain
-
Final Four Priloga 2026: Jakarta Lavani Kalahkan Surabaya Samator 3-0
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Sejarah! Jakarta Jadi Tuan Rumah Edisi Perdana Piala Dunia Rallycross
-
Final Four Proliga 2026: LavAni Butuh Kemenangan Atas Bhayangkara untuk Juarai Putaran Kedua
-
Musda Perbasi Jabar Diulang? Epriyanto Kasmuri Bingung, DPP Dituding Bikin Keputusan Janggal
-
Satria Muda Datangkan Dua Pemain Asing Baru, Bidik Juara IBL 2026
-
Ikuti Kejuaraan Internasional, Riders Pushbike Asal Sleman Raih Podium 1 di Thailand
-
Statistik Ngeri Aj Bramah saat Pacific Revans Satya Wacana: Hampir Triple-Double!
-
Misi Cetak Karateka Dunia, PP ASKI Tingkatkan Kualitas Pembinaan hingga Wasit Jelang Kejurnas