Suara.com - Tim atletik DKI Jakarta membidik delapan medali emas dalam gelaran PON XX Papua 2021 yang dijadwalkan bergulir pada 2-15 Oktober.
Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (Pengrov PASI) DKI Jakarta, Andri Paranoan, mengatakan target tersebut sudah berdasarkan analisis SWOT atau Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman).
"Target kami meraih emas sebanyak-banyaknya dan semoga sesuai dengan harapan. Namun kami memiliki proporsi dalam menentukan target," kata Andri kepada Antara.
"Kami melakukan analisis SWOT. Dengan pola tersebut akhirnya kami menentukan probabilitas peluang. Ada delapan emas," dia menuturkan.
Meski demikian, Andri tak secara rinci peluang tersebut dari nomor mana saja. "Kita akan lihat nanti," ujarnya.
Jika merujuk pada pencapaian tim atletik pada PON edisi sebelumnya di Jawa Barat pada 2016, target yang dicanangkan cenderung menurun.
Ketika itu, tim atletik DKI Jakarta menjadi juara umum dengan mengantongi 15 emas, 3 perak, dan 2 perunggu.
Sementara posisi kedua ditempati tuan rumah dengan 7 emas, 11 perak, dan 6 perunggu. Adapun ketiga yakni Nusa Tenggara Barat yang membawa pulang 5 emas, 3 perak, dan 6 perunggu.
Andri mengatakan bahwa pencapaian di PON Jawa Barat memang sangat luar biasa. "Peluang untuk mengulangi pencapaian tersebut kecil, baik oleh DKI atau kontingen lainnya," ujar Andri.
Baca Juga: Hasil Liga Inggris: Libas Tuan Rumah Tottenham, Chelsea Mantap di Puncak Klasemen
Adapun di PON Papua, skuad atletik ibu kota bakal menurunkan 32 atlet untuk turun di 25 nomor dari 48 yang dilombakan.
"Persiapan kami lakukan sejak 2017 sampai dengan hari ini. Jadi tidak muluk dan janji apa-apa, tapi kami akan akan memberikan yang terbaik," pungkas Andri.
Berita Terkait
-
Sinopsis Two Faces of Thatri, Drama Thailand Terbaru Pon Nawasch di Netflix
-
Reshuffle Kabinet Terkini, Kenapa Prabowo Pilih Senin Wage dan Tinggalkan Tradisi Rabu Pon Jokowi?
-
KONI Isyaratkan PON 2028 Prioritaskan Cabor Olimpiade
-
Kalender Jawa Weton 2 November 2025: Watak Minggu Pon, Rezeki, dan Jodoh Menurut Primbon
-
Kalender Jawa 28 Oktober 2025 Selasa Pon: Mengungkap Sifat dan Peruntungan Weton Lainnya
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko