Sport / balap
Cesar Uji Tawakal | Gagah Radhitya Widiaseno
Pebalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi. [RONNY HARTMANN / AFP]

Suara.com - Valentino Rossi mengumumkan pensiun dari MotoGP. Musim MotoGP 2021 menjadi musim terakhirnya pembalap berjuluk The Doctor tersebut.

Beberapa pihak masih merasa tak menyangka kalau mantan pembalap Yamaha tersebut pensiun di akhir musim ini, salah satunya murid Valentino Rossi itu sendiri.

Francesco Bagnaia yang menjadi murid dari Valentino Rossi merasa terkejut dengan keputusan ini.

Francesco Bagnaia, yang menjadi anggota VR46 Riders Academy sejak 2014, yakni setahun setelah menjalani debutnya di Moto3, mengenang momen perdananya bertemu dengan Rossi.

Baca Juga: Valentino Rossi: Saya Tak Siap untuk Pensiun!

Ia pertama kali bertemu dengan juara dunia 9 kali di sebuah restoran. Kala itu, Rossi didampingi pelatih fisik VR46, Carlo Casabianca.

Pebalap veteran Valentino Rossi (tengah) bersama dua anak didiknya yang kini jadi pesaingnya di MotoGP 2019, Franco Morbidelli (kiri) dan Francesco Bagnaia. [AFP/Giuseppe Cacace]

Awalnya ia gugup bertemu dengan pembalap Petronas Yamaha SRT tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, ia mulai membiasakan diri dan tidak gugup lagi.

Ia pun mengungkapkan kalau kehilangan Valentino Rossi pun serasa sulit. Biasanya Rossi kerap sekali masuk line up pembalap di MotoGP.

Di tahun depan, sudah tak ada lagi nama Valentino Rossi.

"Takkan mudah menerima fakta Valentino Rossi takkan balapan lagi tahun depan," kata Bagnaia dikutip dari MotoGP.

Baca Juga: Gara-Gara Balapan di COTA, Valentino Rossi Langsung Merasa Tua

"Sebab, sejak musim perdana saya di Moto3, ia selalu ada di sana, begitu juga sejak 2014 di mana kami mulai berbagi hari-hari bersama di rumah," ungkap Bagnaia

"Saya tak bisa memikirkan tahun depan, karena sangat sulit diterima. Rasanya bakal sangat janggal," tutupnya.

Komentar