Suara.com - Ketua Komite Paralimpik Nasional alias NPC Indonesia, Senny Marbun mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo mendukung Indonesia menggantikan Vietnam sebagai tuan rumah ASEAN Para Games 2022.
Senny telah menyampaikan rencana Indonesia menjadi tuan rumah ASEAN Para Games (APG) kepada Presiden Jokowi saat pelaksanaan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Papua baru-baru ini.
"Saya telah membicarakan keinginan kita kepada Presiden Joko Widodo saat menemani beliau menyaksikan pertandingan final para bulutangkis Peparnas di GOR Cendrawasih Jayapura," ungkap Senny Marbun dalam rilis resmi NPC Indonesia, Senin (15/11/2021).
"Secara lisan, Presiden sangat mendukung rencana Indonesia menjadi tuan rumah APG 2022 menggantikan Vietnam," paparnya.
Vietnam baru-baru ini mengumumkan keputusannya untuk mundur sebagai tuan rumah ASEAN Para Games dan hanya akan menggelar SEA Games di Hanoi.
Vietnam Paralympic Associaton (VPA) telah mengirim surat resmi yang ditujukan kepada Presiden ASEAN Para Sports Federation (APSF), Osoth Bhavilai dan negara-negara anggota APSF termasuk Indonesia.
Dalam surat tertanggal 11 November 2021 yang ditandatangani oleh Presiden NPC Vietnam, Huynh Vinh Ai dijelaskan bahwa Vietnam memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan APG 2022 karena tingginya gelombang keempat penyebaran COVID-19 di negara tersebut.
Selain masih tingginya kasus aktif COVID-19 di Vietnam, VPA juga menilai jumlah COVID-19 di negara-negara anggota APSF juga masih tinggi sehingga memutuskan untuk tidak menjadi tuan rumah APG 2022.
Oleh karena itu, NPC Indonesia mengajukan diri untuk menjadi untuk menjadi tuan rumah pengganti.
Baca Juga: Valentino Rossi Puas Tutup Karier dengan Finis 10 Besar di Valencia
Senny menjelaskan bahwa pihaknya akan menunggu surat dukungan dari Presiden atau pemerintah sebelum mengajukan diri maju sebagai tuan rumah pesta olahraga disabilitas se-Asia Tenggara itu.
"Intinya kami siap untuk menjadi tuan rumah ASEAN Para Games 2022 jika nantinya ditunjuk oleh Federasi Para Sports Asia Tenggara," tukas Senny.
Berita Terkait
-
KND Kawal Hak Atlet Disabilitas, Kontingen Indonesia Raih 135 Emas di ASEAN Para Games 2025
-
Rahasia Indonesia Lampaui Target di ASEAN Para Games 2025, Raih 392 Medali!
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
Tiga Kunci Keberhasilan Para Judo Indonesia Sikat Semua Emas di ASEAN Para Games 2025
-
ASEAN Para Games 2025: Rebut Tujuh Emas, Jendi Pangabean Buktikan Konsistensi dan Dukungan Keluarga
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Kasus Pelecehan Seksual di Panjat Tebing, Yenny Wahid Bentuk Tim Pencari Fakta
-
Jakarta Jadi Tuan Rumah FIA Rallycross World Cup 2026
-
Swiss Open 2026: Lama Absen, Adnan/Indah Bertekad Tampil Konsisten
-
Swiss Open 2026: Menang di Babak Pertama, Putri KW Tak Alami Kendala Adaptasi
-
Sempat Sparring Bareng, Jafar/Felisha Heran Wakil Inggris Tampil Melempem di Swiss Open 2026
-
Aldila Sutjiadi Berhasil Melaju ke Semifinal Turnamen WTA 125 Austin
-
Geram Atlet Jadi Korban Pelecehan, Erick Thohir: Jahanam!
-
Swiss Open 2026: Lolos ke Babak Kedua, Jafar/Felisha Sebut Masih Banyak Salah
-
Swiss Open 2026: Disingkirkan Wakil China, Ubed Akui Kalah Fisik
-
Swiss Open 2026: Banyak Pemain Bagus, Anthony Sinisuka Ginting Nilai Persaingan Merata