Tiga petinju Indonesia sebelumnya yang pernah tampil di Amerika Serikat, yakni Ellyas Pical, Adrian Kaspari dan Anis Roga semuanya gagal meraih kemenangan di negeri yang menjadi kiblatnya tinju dunia tersebut.
Ya, Cino harus memanfaatkan segudang pengalaman tersebut untuk meraih kemenangan melawan Khaophimai yang masih berusia 18 tahun dan baru melakoni tujuh pertandingan sepanjang kariernya.
Namun Daud sejak awal memang enggan sesumbar dan bukan gaya dia pula untuk meremehkan lawan.
Cino menyadari pernah ada di posisi Khaophimai yang muda dan haus akan kemenangan. Kata dia, tinju tidak bisa diukur secara matematis, karena satu pukulan bisa mengubah semuanya.
Berbicara gaya, Daud adalah tipikal petinju swarmer atau fighter. Dengan begitu, Daud bakal terus memberikan tekanan pada lawan. Ayah dua anak itu juga memiliki stamina dan pukulan keras yang menjadi bekal di atas ring nanti.
Di sisi lain, Khaophimai juga seperti kebanyakan petinju Thailand yang memiliki gaya yang sama dengan Daud. Dengan kata lain, pertarungan jarak dekat akan terjadi pada pertandingan nanti malam.
Hasilnya tergantung nanti bagaimana Daud bisa memanfaatkan kelengahan lawan.
Seperti yang diungkapkan sang pelatih Edin Diaz kepada Antara beberapa waktu lalu, Daud harus bisa memainkan peran dan merusak konsentrasi lawan, sehingga mendapatkan celah untuk mendaratkan pukulan yang memiliki efek besar terhadap daya tahan lawan.
Wajib Menang KO
Baca Juga: Canelo Alvarez Kembali Jadi Sorotan, Bakal Tantang Juara Dunia Kelas Penjelajah
Meski secara teknis banyak faktor yang membuat Daud unggul, tapi dia harus mengantisipasi segala kemungkinan yang bakal terjadi mengingat pertandingan bergulir di kandang lawan. Sudah menjadi rahasia umum, petinju tuan rumah kerap diuntungkan.
Hasil angka bukan pilihan terbaik dalam pertandingan nanti. Dengan kata lain, Daud harus bisa menganvaskan lawan sebelum lonceng ronde terakhir berbunyi. Jika tidak, bisa merugikan yang berdampak pada hasil akhir pertarungan.
Daud pun menyadari hal tersebut. Untuk itu, dia bertekad agar bisa meng-KO lawan sebelum ronde 10. Daud harus melancarkan pukulan-pukulan keras seperti yang dilakukan pada laga-laga sebelumnya.
Cara seperti ini harus dia lakukan ketika bertanding di kandang lawan. Misalnya, ketika berhadapan dengan Pavel Malikov di DIVS, Ekaterinburg, Rusia, 22 April 2018.
Daud yang bertanding di hadapan pendukung Malikov tampil agresif dan tak memberi celah sedikit pun untuk lawan mendominasi pertandingan. Dia selalu maju dan berusaha sedekat mungkin dengan lawan untuk mendaratkan pukulan-pukulan keras.
Hingga akhirnya, hook kanan Daud membuat Malikov tersungkur dan tak bisa melanjutkan pertandingan pada ronde delapan. Hal ini perlu dilakukan Daud pada pertandingan melawan Khaophimai.
Berita Terkait
-
Anthony Joshua Diperbolehkan Tinggalkan Rumah Sakit usai Kecelakaan Mengerikan
-
Naoya 'The Monster' Inoue Pertahankan Gelar, Ini Daftar Lengkap Juara Dunia WBC Terbaru
-
Drama 12 Ronde: Takuma Inoue Jadi Raja Bantam WBC, Nasukawa Kalah Perdana
-
Ring Tarkam Kembali Digelar, Gibran Berharap Bisa Lahir Bintang Tinju Baru
-
Daud Yordan Kasih Pesan ke Kambosos: Saya Tidak Datang untuk Kalah!
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
Terkini
-
Jadwal dan Link Streaming Proliga 2026 Malam Ini: Adu Keras Pertamina Enduro vs Electric PLN
-
5 Kemenangan Beruntun Jadi Modal Pertamina Enduro, Megawati Incar Posisi Teratas Proliga 2026
-
Jakarta Pertamina Enduro vs Jakarta Electric: Megawati Hangestri Pede Menang di Kandang
-
Daftar Tokoh Olahraga yang Terseret Epstein Files: Dari Bos Chelsea hingga Pebasket NBA
-
Baru Dipasangkan, Rian/Rahmat Masih Cari Pola Permainan di BATC 2026
-
Indonesia Awali BATC 2026 dengan Kemenangan Telak 5-0 atas Myanmar
-
Run & Chill Festival 2026 Hadirkan Pengalaman Fun Run dan Festival Keluarga
-
AVC Cup 2026: Tim Voli Indonesia Siap Tempur, 32 Pemain Masuk Radar
-
Banyak Pesaing, CEO Aprilia Racing Girang Bisa Perpanjang Kontrak Marco Bezzecchi
-
Marco Bezzecchi Resmi Perpanjang Kontrak dengan Aprilia Racing hingga 2027