Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali memastikan sistem bubble atau gelembung akan diterapkan untuk karantina atlet maupun delegasi perwakilan organisasi dunia dari luar negeri yang akan mengikuti kejuaraan yang dijadwalkan digelar di Indonesia.
“Jadi, sistemnya adalah bubble, itu akan dilakukan. Hanya memang teknis dari masing-masing cabang olahraga berbeda, tapi pada prinsipnya, pemberlakuan karantina itu dengan sistem bubble," kata Zainudin dalam siaran pers, Selasa (26/1/2022).
Kebijakan tersebut dilakukan sebagai upaya pemerintah agar Indonesia tidak kehilangan kesempatan menjadi tuan rumah kejuaraan internasional.
Pasalnya, beberapa event internasional terancam batal terselenggara karena kebijakan masa karantina di Indonesia, yang juga membuat sejumlah negara menolak berpartisipasi dan datang ke Tanah Air.
Sementara itu, sudah ada beberapa agenda olahraga yang telah terjadwal digelar di Indonesia pada tahun ini, di antaranya MotoGP, IESF FIBA Asia Cup, turnamen tenis Piala Davis, Kejuaraan Dunia Menembak, Piala Dunia Panjat Tebing, dan turnamen bulu tangkis Indonesia Masters dan Indonesia Open.
Namun Menpora telah mengikuti rapat terbatas kabinet bersama Wakil Presiden RI guna membahas kelonggaran karantina untuk pelaku olahraga yang datang dari luar negeri.
“Dalam ratas itu disampaikan oleh Kepala BNPB khusus untuk kegiatan-kegiatan olahraga yang kita menjadi tuan rumah berarti ada peserta dari negara-negara lain dan itu akan diberlakukan sama seperti Indonesia Badminton Festival pada akhir tahun 2021 di Bali," tuturnya.
“Nanti secara teknis kami akan berkomunikasi dengan BNPB, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, dan Menko Perekonomian. Mudah-mudahan kita tetap bisa menjadi tuan rumah,” sambung dia.
Ia juga meminta semua pihak agar tidak khawatir karena pemerintah akan terus mengupayakan agar kejuaraan-kejuaraan tersebut bisa tetap terselenggara di Indonesia.
“Saya kira para penyelenggara event-event internasional ini tidak usah merasa khawatir karena pemerintah pasti akan mencarikan jalan keluar dari apa yang dirisaukan," pungkasnya seperti dimuat Antara.
Berita Terkait
-
Sempat Stres Soal Paspoortgate, Dean James Tegaskan Komitmennya untuk Timnas Indonesia
-
AVC Cup 2026: Timnas Voli Putra Indonesia Masuk Grup Neraka, Ada Thailand hingga Korea
-
Kemenekraf Dukung IDD Pavilion Tembus Dunia, Target Ubah Citra Indonesia Jadi Pusat Desain Global
-
Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas
-
Link Live Streaming Final Piala AFF Futsal 2026: Timnas Futsal Indonesia vs Thailand
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
-
AVC Cup 2026: Timnas Voli Putra Indonesia Masuk Grup Neraka, Ada Thailand hingga Korea
-
Kisah Haru Prabowo di Munas IPSI, 34 Tahun Mengabdi Kembangkan Pencak Silat
-
IBL 2026: Pelita Jaya Resmi Datangkan Perrin Buford, Top Skorer Liga Jepang
-
Resmi Berstandar Dunia, Mangkunegaran Run 2026 Bakal Guncang Solo
-
Fajar/Fikri Tersingkir di Semifinal, Indonesia Tanpa Wakil di Final BAC 2026
-
Awal Positif di AARC 2026, Herjun Atna Firdaus Raih Podium di Sepang
-
Perpisahan Emosional Ivy-Curry, IBL All-Star Jadi Laga Terakhirnya
-
Permudah Atlet Asing, Imigrasi Bentuk Tim Khusus Sektor Olahraga
-
Perbasi Gandeng Imigrasi Awasi Pemain Asing di IBL