Suara.com - Runner-up tahun lalu, Stefanos Tsitsipas selamat dari ketakutan pada putaran pertama French Open 2022, dengan mengalahkan petenis Italia Lorenzo Musetti 5-7, 4-6, 6-2, 6-3, 6-2 untuk maju ke putaran kedua.
Unggulan keempat asal Yunani itu tampil buruk pada dua set pertama sebelum menemukan jangkauannya untuk mengatur pertemuan melawan petenis Ceko Zdenek Kolar.
"Ini putaran pertama yang hebat. Saya akan terus bekerja keras untuk meningkatkan dan membangun hubungan dengan penonton di sini," kata Tsitsipas di Court Philippe Chatrier yang dikutip Reuters, Rabu.
Musetti tahun lalu merebut dua set pertama saat melawan Novak Djokovic pada babak 16 besar sebelum cedera memaksa petenis Italia itu mengundurkan diri.
Pada Selasa, Musetti mematahkan servis yang menentukan pada gim ke-11 set pembuka ketika kesalahan sendiri dari Tsitsipas memberinya keunggulan 6-5. Petenis Italia itu menyusulnya dengan servis untuk unggul satu set saat pukulan backhand lawannya menyangkut di net.
Musetti membawa momentum tersebut ke set kedua, melaju untuk memimpin 4-0 saat Tsitsipas terus goyah.
Namun petenis Yunani itu menemukan jangkauannya untuk membendung "pendarahan" tersebut, membalas dengan satu break.
Musetti melakukan servis untuk merebut set tersebut saat kedudukan 5-4 dan setelah gagal pada servis pertama dengan kesalahan ganda, ia memimpin dua set ketika Tsitsipas melakukan kesalahan sendiri berikutnya.
Tsitsipas memimpin 3-0 pada set ketiga, mempertahankan keunggulan tersebut untuk mengurangi ketertinggalan.
Baca Juga: Cedera Kaki Sita Perhatian Rafael Nadal Jelang French Open
Petenis Yunani itu memimpin 2-0 pada set keempat, menyelamatkan satu break point pada gim ketiga untuk memperpanjang keunggulannya, namun Musetti membalas dengan mematahkan servisnya dengan forehand winner.
Namun Tsitsipas memanfaatkan ketegangan lawannya untuk kembali mematahkan servis dan memimpin 4-2 sebelum menyamakan kedudukan.
Petenis Italia itu kehabisan tenaga dan Tsitsipas menyelesaikan pertandingan tersebut larut malam untuk memperpanjang keberadaannya di Paris pada paruh bawah bagan pertandingan, tempat ia tidak harus bertemu juara bertahan Novak Djokovic atau juara 13 kali Rafael Nadal.
[Antara]
Berita Terkait
-
Chen Qingchen Umumkan Pensiun, Partnership Chen/Jia Resmi Berakhir
-
Fakta Unik French Open 2025, Wakil Korea dan China Back To Back Juara
-
Runner-up French Open, Fajar/Fikri Bidik Revans atas Kim/Seo di Pertemuan Selanjutnya
-
Fajar/Fikri Syukuri Raihan 'Runner-up' di French Open 2025, Alihkan Fokus ke Hylo Open
-
French Open 2025: Korea Selatan Sabet Dua Gelar, Indonesia Runner Up
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Jakarta Electric PLN Mobile Tumbangkan Medan Falcons di Putaran Kedua Proliga 2026
-
PB Djarum Gelar Kejuaraan Klub Mitra 2026: Adopsi Format Piala Thomas, Uber, dan Sudirman
-
Alasan Bank Jakarta Bantu Pelita Jaya Arungi IBL 2026
-
Bank Jakarta Gandeng Pelita Jaya, Targetkan Prestasi dan Sport Tourism
-
Jorge Martin Pulih dari Cedera, Siap Ikuti Tes MotoGP di Buriram
-
Satu Hati untuk Jakarta: Pelita Jaya dan Persija Resmi Berkolaborasi
-
Jelang GFNY Belitung 2026, Komunitas Roadbike Jakarta Gelar Group Ride 40 Km
-
Anthony Garbelotto Bongkar Kunci Kestaria Bengawan Solo Jungkalkan Dewa United
-
BWF Ubah Format Indonesia Open Jadi 11 Hari, PBSI: Kesempatan Emas untuk Pebulu Tangkis
-
Menggiurkan! BWF Ubah Aturan Bulu Tangkis: Jadwal Makin Padat, Hadiah Tembus Rp452 M