Dari cabang olahraga bela diri, ada nama Alisya Mellynmar yang sukses menuntaskan janjinya sekaligus mengangkat tim wushu Indonesia mencapai target tiga emas di saat nama-nama besar unggulan mereka gagal bersinar.
Alisya, yang merupakan debutan itu, mempersembahkan emas pertama wushu Indonesia dari nomor Taolu Taiji Quan.
Sementara itu dari arena bulu tangkis, debutan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang datang ke SEA Games 2021 Vietnam tanpa target apapun, namun berakhir membawa pulang medali emas ganda putri.
Apriyani/Fadia yang baru dipasangkan sebagai ganda putri pada awal tahun ini turun ke SEA Games untuk menyamakan hati dan pola permainan agar semakin padu. Namun mereka mampu melesat sampai ke final dan mengalahkan unggulan kedua asal Thailand Benyapa Aimsaard/Nuntakarn Aimsaard dalam dua gim langsung.
Kejutan juga datang dari lapangan panahan di mana Rezza Octavia berhasil menyumbang dua emas sekaligus dalam debutnya di kejuaraan kawasan Asia Tenggara itu. Dua emas tersebut datang dari nomor recurve perseorangan putri dan beregu campuran bersama Riau Ega Agatha.
Hasil yang diraih Rezza bukan lagi sebuah kejutan mengingat dia datang ke SEA Games dengan bekal pengalaman bertanding di kompetisi internasional, seperti Piala Dunia Panahan 2021 di Paris dan Piala Dunia Panahan 2022 di Turki.
Selanjutnya ada petembak Dewi Laila Mubarokah yang menandai debutnya di SEA Games dengan meraih emas 10 meter air rifle putri. Dia juga menjadi penyumbang emas pertama Indonesia dari cabang menembak di Vietnam.
Emas tersebut adalah impian Dewi yang tertunda selama lebih dari tiga tahun. Dewi batal membela Indonesia di SEA Games 2019 Filipina karena keterbatasan kuota atlet.
Dewi dan barisan debutan yang bersinar di Vietnam itu memberikan asa dan harapan terhadap prestasi olahraga Indonesia. Namun seperti yang selalu dibilang Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, SEA Games hanyalah sasaran antara, tujuan utama adalah Olimpiade.
Baca Juga: Top 5 Sport: Daftar Harga Tiket Indonesia Open 2022, Bisa Dibeli Mulai 26 Mei
Dengan tujuan besar maka dibutuhkan pula program besar, jelas, dan terukur untuk meningkatkan kemampuan para debutan itu agar bisa bersaing di level yang lebih tinggi lagi.
Para stakeholder olahraga termasuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga harus konsisten memberikan pendanaan agar pelatnas tidak terputus. Para atlet juga harus lebih banyak diberi kesempatan turun dalam berbagai kejuaraan internasional.
Apabila tidak ada program yang jelas dan pembinaan yang kontinyu maka jangan heran jika sinar para debutan itu meredup di masa mendatang.
[Antara]
Berita Terkait
-
Deklarasi Bali Sepakati Enam Poin Krusial untuk Transformasi SEA Games
-
Erick Thohir Dorong Revolusi SEA Games: Stop Cabor Aneh-aneh, Fokus Olimpiade!
-
Krisis Anggaran, Pelatnas Akuatik untuk Asian Games 2026 Terpaksa Dihentikan
-
Putri KW Dapat Kenaikan Pangkat dari Polri, Jadi Briptu
-
Kisah Muhamad Alfiana, Pegawai Honorer yang Tampil di Liga Hoki Jerman
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Diramaikan Sandiaga Uno, Ajang Lari 5K di Senayan Kampanye 10 Ribu Langkah Per Hari
-
Campus League 2026 Jakarta: Binus dan UPH Sapu Bersih Tiket Final Putra-Putri
-
Aidan Heslop dan Jonathan Paredes Tampil Spektakuler di Red Bull Cliff Diving World Series Bali 2026
-
Alwi Farhan Singkirkan Unggulan Pertama, Lolos ke Perempat Final Singapore Open 2026
-
Marc Marquez Sebut Cedera Saraf Lebih Mengerikan dari Patah Tulang
-
Marco Bezzecchi: Mimpi Bagi Semua Pembalap Bisa Menang di Muggello
-
Cal Crutchlow Gantikan Johann Zarco di MotoGP Italia 2026
-
Marc Marquez Fokus Cari Kenyamanan saat Comeback di MotoGP Italia 2026
-
Hasil Singapore Open 2026: Kalahkan Wakil Denmark, Fajar/Fikri Lolos ke Perempatfinal
-
Hilang Fokus, Sabar/Reza Tersingkir di Babak 16 Besar Singapore Open 2026