Suara.com - Dalam beberapa tahun terakhir, Aprilia telah memperkuat struktur MotoGP-nya dengan beberapa teknisi yang berasal dari Formula 1, seperti CEO-nya, Massimo Rivola.
Jika dilihat sejarahnya, Rivola datang dari dua "dunia" yang sama sekali berbeda, tetapi ini tidak berarti bahwa kurang berguna untuk memiliki pengalaman yang berasal dari empat roda.
Dilansir dari Motorcycle Sports, manajer asal Italia itu mengatakan bahwa personel yang berasal dari F1 tidak memiliki masalah adaptasi.
"Ya, itu mungkin sedikit menantang. Tapi pendekatannya bagus, integrasi berjalan lancar. Anda memiliki nilai tambah. Mereka pergi bekerja dengan pikiran terbuka dan membantu kami dengan visi mereka," tuturnya.
Menurut Rivola, kesulitan terbesar bagi teknisi yang berasal dari F1 adalah pada level ukuran tim.
"Di sana tim terdiri dari setidaknya 500 orang, beberapa memiliki lebih dari 1000. Juga di Ferrari. Jadi jika Anda berasal dari tim dengan 1000 karyawan, ke MotoGP, di mana 100 orang dipekerjakan, maka Anda harus berpikir dan bekerja dengan sangat berbeda. Proses pembelajaran ini sedang berlangsung, ini adalah bagian dari pekerjaan kita sehari-hari.'
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Leo/Bagas Evaluasi Kontrol Permainan
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Rachel/Febi Optimis Bidik Gelar Juara
-
Orleans Masters 2026: Anthony Ginting Bersua Rival Lama di Babak 16 Besar
-
Hasil Undian Piala Thomas 2026, Indonesia Lawan Prancis dan Thailand di Fase Grup
-
Orleans Masters 2026: Amri/Nita Susul Dejan/Bernadine ke Babak 16 Besar
-
Arahan Presiden, Kemenpora Cairkan Bonus Sekaligus Tanggung Pajak Peraih Medali ASEAN Para Games