Suara.com - Suriah memastikan tiket playoff setelah meraih kemenangan atas Kazakhstan dengan skor 77-67 pada laga terakhir Grup C FIBA Asia Cup 2022 di Istora GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (17/7/2022).
Tampil dengan starter Abdulwahab Alhamwi, Anthouny Bakar, Omar Cheikh Ali, Nadim Issa, dan Isshak Oubeid, Suriah sempat kesulitan pada awal pertandingan.
Bahkan, Suriah tertinggal lebih dulu 16-26 dari Kazakhstan yang menurunkan starter Maxim Marchuk, Oleg Balashov, Anton Bykov, Roman Marchuk, dan Rustam Murzagaliyev.
Namun pada kuarter kedua, Suriah bangkit. Pola permainan berubah, hingga sukses mencetak 21 poin. Sedangkan Kazakhstan hanya tujuh angka. Skor pun berbalik menjadi 37-33 untuk Suriah.
Pada kuarter ketiga, pertandingan sempat berlangsung sengit. Namun secara keseluruhan, Suriah mendominasi dengan mencetak 24 poin, meninggalkan Kazakhstan dengan 13 angka. Kuarter ketiga pun berakhir dengan keunggulan Suriah 61-46.
Memasuki kuarter terakhir, Kazakhstan mencoba mengejar ketertinggalan. Tim asuhan Oleg Kiselev tampil lebih ngotot. Hasilnya, mereka mencetak skor lebih banyak 21 angka. Sementara Suriah 16 poin.
Namun hasil tersebut tak mengubah keadaan. Suriah akhirnya menjadi pemenang mengalahkan Kazakhstan dengan skor 77-67.
Dalam pertandingan kali ini, Omar Cheikh Ali berkontribusi besar atas kemenangan Suriah dengan menyumbang 20 poin dan 11 rebound. Kemudian Abdulwahab Alhamwi dan Nadim Issa masing-masing dengan 15 angka.
Dari kubu Kazakhstan, Oleg Balashov mencetatkan skor terbanyak dengan 16 poin, Vladimir Ivanov dengan sembilan angka, serta Maxim Marchuk dan Rustam Murzagaliyev masing-masing delapan poin.
Baca Juga: FIBA Asia Cup 2022: Lebanon Tutup Penyisihan Grup D dengan Kemenangan Telak atas India
Dengan hasil ini, Suriah pun dipastikan melaju ke playoff setelah menempati posisi ketiga Grup C dengan empat poin, hasil dari satu kemenangan dan dua kali kalah dari Jepang 56-117 dan Iran 67-80.
Sedangkan Kazakhstan tersingkir setelah menempati dasar klasemen Grup C tanpa kemenangan satu pun. (Antara)
Berita Terkait
-
PSSI Wajib Gerak Cepat, Timur Kapadze Kini Masuk Radar Klub Kazakhstan
-
Harapan Kecil untuk Tetap Hidup dalam Novel As Long as the Lemon Trees Grow
-
Di Bawah Presiden Baru, Suriah Ingin Belajar Islam Moderat dan Pancasila dari Indonesia
-
Kuwait Batal Hadapi Timnas Indonesia Malah Lawan Suriah, Erick Thohir Geleng-geleng
-
Akhir Era Assad: Gelombang Kepulangan Pengungsi Suriah Dimulai
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Daftar Pemain Indonesia di Kejuaraan Asia Beregu 2026, Anthony Ginting Jadi Kapten Tim
-
PBSI Berharap Gelar Thailand Masters 2026 Jadi Awal Kebangkitan Leo/Bagas
-
Dua Kali Kalah Beruntun di Final, PBSI Beberkan Kekurangan Raymond/Joaquin
-
Banjir Pevoli Asing di Proliga 2026, Kompetisi Makin Kuat atau Alarm Pembinaan Lokal?
-
Juara Thailand Masters, Fadia/Tiwi Masih Punya PR Besar dari Eng Hian
-
Profil Annie Mitchem: Meledak di Proliga 2026, Tembus 118 Poin untuk Gresik Phonska
-
Pertama Kali Juara Super 300, Ubed Ditarget PBSI Tembus Top 15 Ranking BWF Tahun Ini
-
Juara Umum Thailand Masters 2026, PBSI Tegaskan Tahun Ini adalah 'Tahun Prestasi' Menuju Olimpiade
-
Satria Muda Tumbang di Kandang, Coach Djordje Ungkap Faktor Penentu Kemenangan Pelita Jaya
-
Adaptasi Cuaca Ekstrem, Pelari Indonesia Bersinar di Maraton Kelas Dunia