Kebijakan inklusi NRL, mungkin lebih dari olahraga lainnya, dengan mencantumkan banyak aspek dan label:
"
NRL berkomitmen untuk menjadi organisasi inklusif yang terbuka untuk semua anggota komunitas Australia tanpa memandang usia, ras, agama, warna kulit, keturunan, kebangsaan, asal etnis, jenis kelamin, seksualitas, status perkawinan, status sebagai orangtua, disabilitas. atau status HIV/AIDS atau atribut lain yang dapat menyebabkan orang merasa dikucilkan atau terisolasi".
"Ian Roberts adalah atlet klub Manly yang pada1995 menjadi atletliga rugby pertama yang mengumumkan dirinya gay secara terbuka.
"Alasan sayadi klub ini adalah karena saya merasa aman," kata Roberts.
Kegembiraannya saat mendengar Manly akan mengenakan kaus pelangi minggu ini menjadi sedikit padam saat ia mendengar penolakan dari sejumlah pemain.
Namun, dia mengatakan dia tidak memusuhipara pemain yang memutuskan untuk tidak memakainyadan memilih untuk tidak mengikuti pertandingan.
"Saya mendengar permintaan maaf [pelatih] Dessie dan [kapten] Daley Cherry-Evans... Saya pikir pengakuan dan ketulusan dan keaslian itu luar biasa," ujar Roberts yang adalah mantan rekan satutim Des Hasler.
"
Baca Juga: Atlet Rugby Ini Terpaksa Mengundurkan Diri karena Penyakit Saraf Motorik, Begini Pengobatannya!
"Saya sepenuhnya menghormati para pemain yang memilih untuk tidak bermain, dan hak mereka untuk tidak bermain, dengan keyakinan agama mereka."
"'Rasa hormat adalah kuncinya'
Menurut Dr David Lakisa, direktur pelaksana Talanoa Consultancy, sebuah perusahaan pelatihan dan pengembangan yang membantu organisasi lebih memahami, mendukung, dan melibatkan orang-orang Pasifik, rasa hormat adalah kuncinya,
"Dalam budaya Pasifik, rasa hormat adalah nilai fundamental," katanya kepada The Ticket.
"Ini didukung oleh konsep Pan-Pasifik yang disebut 'va', yang merupakan ruang relasional suci antara tempat-tempat orang."
"Ini berarti menciptakan ruang bersama untuk menghormati diri sendiri, orang lain, ruang dan lingkungan."
Pada tahun 2007, Dr Lakisa ditunjuk sebagai petugas pembinaan dan pengembangan Kepulauan Pasifik pertama di Australia untuk Liga RugbyNSW.
Berita Terkait
-
Peminat Kereta Suite Class Compartment KAI Naik 72 % pada Awal 2026
-
5 Pilihan Tablet Samsung Termurah di Maret 2026 untuk Kerja dan Produktivitas
-
Biodata dan Profil Sheila Dara Aisha, Istri Vidi Aldiano yang Setia Dampingi hingga Akhir Hayat
-
Goyangan Elvis Bangkit Lagi! Review Film EPiC yang Bikin Satu Bioskop Senam Irama
-
Waktu Adalah Mata Uang Ramadan: Jangan Habiskan Hanya Untuk Menunggu Magrib!
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
Perang AS-Iran, PBSI Pastikan Tim Indonesia Tetap Berangkat ke Swiss Open 2026
-
All England 2026: Resep Raymond/Joaquin Jelang Lawan Ranking 3 Dunia: Makan Enak dan Tidur Nyenyak!
-
All England 2026: Ana/Trias Lolos ke Perempat Final, Ungkap Rahasia Kalahkan Ganda Jepang
-
All England 2026: Raymond/Joaquin Singkirkan Fajar/Fikri, Perubahan Strategi yang Berhasil
-
All England 2026: Rian/Rahmat Singkirkan Ganda Malaysia, Servis Jadi Kunci Kemenangan
-
All England 2026: Tiwi/Fadia Beberkan Kelemahan usai Tersingkir, Alihkan Fokus ke Swiss Open
-
All England 2026: Amri/Nita Ungkap Kunci Menangi Duel Debutan Indonesia
-
All England 2026: Tersingkir, Jonatan Christie Akui Kurang Sabar ketika Hadapi Lin Chun-yi
-
All England 2026: Putri KW Tantang An Se-young di Perempat Final, Pilih 'Nothing to Lose'
-
All England 2026: Alwi Farhan Berterima Kasih kepada Tuhan usai Singkirkan Unggulan Ketujuh