Suara.com - Ganda putra Indonesia Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana memastikan lolos ke babak 16 besar Denmark Open 2022 setelah sukses menaklukkan pasangan Malaysia Man Wei Chong/Tee Kai Wun.
Pada laga babak 32 besar Denmark Open 2022 di Jyske Bank Arena, Odense, Rabu (19/10/2022), Bagas/Fikri tampil apik dengan mengalahkan Man Wei Chong/Tee Kai Wun dengan skor 22-20, 21-15 setelah bermain 33 menit
Bagas/Fikri sempat memimpin 2-1 di awal game pertama, namun pasangan Malaysia mampu bangkit dan berbalik unggul 5-2. Permainan cukup ketat Bagas/Fikri mencoba bangkit dan menyamakan kedudukan 6-6.
Pertandingan masih berjalan ketat dimana kedua pasangan masih sama saling mengejar poin dan skor sempat 8-8 dan 10-10. Bagas/Fikri memimpin 11-10 di interval game pertama.
Man Wei Chong/Tee Kai Wun kembali menyamakan kedudukan 11-11. Bagas/Fikri mencoba menjauh dengan mengambil dua poin guna unggul 13-11 namun kembali disamakan 13-13 oleh pasangan Malaysia ini.
Ganda putra Indonesia masih kesulitan menjauh karena pasangan Malaysia ini mampu menyamakan kedudukan 20-20. Bagas/Fikri akhirnya merebut game pertama ini dengan skor 22-20 setelah bermain selama 16 menit.
Di game kedua, pertandingan masih berjalan ketat kedua pasangan masih saling mengejar poin dan skor sama 3-3. Skor kedua pasangan ini kembali sama 6-6 dan 7-7.
Bagas /Fikri sempat memimpin 9-7 atas Man Wei Chong/Tee Kai Wun. Pasangan Indonesia ini masih tetap menjaga keunggulan dengan memimpin 11-7 di interval game kedua.
Ganda putra Indonesia ini masih tetap mencoba menjaga keunggulannya 14-9 setelah interval. Bagas/Fikri masih tetap unggul 18-14 dan akhirnya memenangi laga ini setelah merebut game kedua dengan skor 21-15
Baca Juga: Denmark Open 2022: Apriyani/Fadia Melaju ke Babak 16 Besar
Bagas/Fikri mengikuti Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang lebih dulu lolos ke babak 16 besar setelah mengalahkan wakil Estonia, Kati-Kreet Marran/Helina Ruutel 21-16, 21-9
Sementara tiga wakil Indonesia telah lebih dulu memastikan lolos ke babak 16 besar yaitu Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Jonatan Christie.
Tag
Berita Terkait
-
Swiss Open 2026: Kalah dari Pasangan Malaysia, Rian/Rahmat Akui Tampil Kurang Berani
-
Perang AS-Iran, PBSI Pastikan Tim Indonesia Tetap Berangkat ke Swiss Open 2026
-
All England 2026: Raymond/Joaquin Singkirkan Fajar/Fikri, Perubahan Strategi yang Berhasil
-
All England 2026: Rian/Rahmat Singkirkan Ganda Malaysia, Servis Jadi Kunci Kemenangan
-
Perang Saudara di All England 2026, Fajar/Fikri Bertekad Hapus Rekor Buruk Lawan Raymond/Joaquin
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati