Suara.com - Babak perempat final All England 2023 akan diramaikan dengan persaingan rekan senegara antara peringkat satu dunia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan juara bertahan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri di Birmingham, Inggris, Jumat (17/3/2023).
Pertandingan mereka diyakini akan berlangsung sengit karena masing-masing pasangan berambisi untuk menaiki podium tertinggi turnamen berkategori BWF Super 1000 tersebut.
"Dengan melawan Fajar/Rian Indonesia bisa pastikan satu (tiket) di semifinal," kata Fikri dalam informasi resmi PP PBSI di Jakarta, Jumat.
Sementara itu, Fajar/Rian memprediksi usaha mereka menjuarai All England untuk pertama kalinya akan menemui ujian berat di perempat final. Meski Bagas/Fikri adalah junior mereka, namun Fajar/Rian melihat semangat juang juniornya menjadi aspek yang patut diwaspadai.
"Besok ketemu Bagas/Fikri, mereka kami lihat luar biasa ya permainannya di sini. Mereka punya percaya diri yang lebih karena sebagai juara bertahan, tapi untuk besok kami tidak mau kalah. Semoga besok bisa bermain lancar dan maksimal," ungkap Fajar.
Persaingan Bagas/Fikri dan Fajar/Rian menjadi salah satu dari tujuh laga yang akan dimainkan oleh delapan wakil Merah Putih pada perempat final All England.
Perjuangan ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati juga diprediksi tak kalah berat, karena harus menghadapi pasangan asal Jepang yang terkenal ulet dan sulit ditaklukkan.
Rehan/Lisa akan menghadapi pasangan peringkat ke-18 dunia Kyohei Yamashita/Naru Shinoya pada partai pertama yang berlangsung di lapangan utama Minoru Yoneyama, Utilita Arena Birmingham.
"Untuk besok, kami baru sekali bertemu dengan mereka dan kalah. Kami pasti mau pelajari lagi polanya, mereka tidak mudah mati apalagi di sini shuttlecocknya berat jadi besok harus siap tampil all out," papar Lisa soal pertandingannya.
Baca Juga: All England 2023: Bagas / Fikri Tiru Semangat Fajar / Rian untuk Menuju Perempat Final
Hingga babak perempat final All England 2023, Skuad Garuda masih utuh mengirimkan wakilnya pada lima nomor yang dimainkan.
Berikut jadwal pertandingan delapan wakil Indonesia di pada Jumat (17/3/2023), yang dimulai pukul 17.00 WIB:
Tunggal putra
1. Anthony Sinisuka Ginting vs Anders Antonsen (Denmark)
Tunggal putri
2. Gregoria Mariska Tunjung vs Chen Yu Fei (China)
Ganda putra
3. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs Liang Wei Keng/Wang Chang (China)
4. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan vs Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi (China)
5. Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri
Ganda putri
6. Apriyani Rahayu/Siti Fadial Silva Ramadhanti vs Baek Ha Na/Lee So Hee (Korea Selatan)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati