Suara.com - Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) mengirim 15 atlet dengan rincian delapan atlet taolu dan tujuh atlet sanda ke China untuk menjalani pemusatan latihan (TC) dalam persiapan menuju Asian Games XIX/2022 (2023) di Hangzhou, China pada 23 September-8 Oktober.
Seluruh atlet bertolak ke Negeri Tirai Bambu melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa. Selama di China, skuad Merah Putih juga akan menjalani serangkaian uji coba demi meraih hasil terbaik saat berlaga pada pesta olahraga terbesar di Asia edisi ke-19 tersebut.
"Timnas wushu Indonesia menjalani TC selama 3 bulan dan tidak akan kembali lagi ke Indonesia dan langsung bertanding. Kami akan memanfaatkan waktu persiapan yang panjang ini untuk bisa mencapai target di Asian Games Hangzhou nanti," kata Pelatih Kepala Timnas Indonesia, Novita, dalam keterangan tertulisnya seperti dimuat Antara, Selasa.
"Pak Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto berharap timnas wushu Indonesia bisa mengulang sukses di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang yakni meraih 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu," ujarnya menambahkan.
Harapan bisa mengulang sukses di Asian Games 2018 Jakarta itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Airlangga Hartarto pada acara pelepasan di Jakarta, Senin (26/6) malam.
"Saya berharap timnas wushu Indonesia bisa mengulang sukses di Asian Games 2018 lalu," kata Airlangga Hartarto saat memberikan motivasi kepada Edgar Xavier Marvelo dan kawan-kawan.
"Kami berharap bukan hanya dari nomor taolu, tetapi dari sanda bisa berbicara di Asian Games Hangzhou nanti," kata Wakil Bendahara PB WI, Gunawan Tjokro.
Dalam acara itu, Airlangga memberikan apresiasi terhadap keberhasilan timnas wushu Indonesia yang mampu mengulang sukses 12 tahun lalu menjadi peraih medali terbanyak SEA Games 2023 Kamboja dengan 6 emas, 6 perak, 2 perunggu.
Timnas wushu untuk Asian Games 2022 Hangzhou:
Baca Juga: PBVSI Panggil 18 Pevoli Putra untuk Pelatnas Asian Games 2022 Hangzhou, Berikut Daftarnya
Manajer: Iwan Kwok
Pelatih Kepala: Novita
Pelatih Taolu:
1. Zhang Yuening (China)
1. Susyana Tjhan
2. Ginggi Safitri
3. Achmad Hulaefi
Pelatih Sanda:
1. Liu Zhen (China)
2. Mukhlis Mahmud Gani
Terapis :
1. Este Andre Zella
2. Bonggo Dwisetyo Romadona
Atlet Taolu
Putra:
1. Edgar Xavier Marvelo
2. Seraf Naro Siregar
3. Harris Horatius
4. Nicholas
Putri:
1. Nandhira Mauriska
2. Alysa Mellynar
3. Eugenia Diva Widodo
4. Tasya Puspa Dewi
Atlet Sanda
Putra:
1. Laksamana Pandu Pratama
2. Bintang Reindra Nada Guitara
3. Bayu Raka Putra
4. Samuel Marbun
5. Harry Brahmana
Putri:
1. Rosa Beatrice Malau
2. Tharisa Dea Florentina
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati