Suara.com - Legenda bulu tangkis Indonesia, Candra Wijaya mengatakan semua elemen yang terlibat di salah satu cabang olahraga favorit masyarakat Indonesia itu menjadi bagian yang perlu dievaluasi dan diperbaiki bersama.
Hal itu menyusul catatan buruk Indonesia karena untuk pertama kalinya gagal membawa pulang medali dari Asian Games, setelah 18 edisi ajang multicabang itu digelar.
“Ini kata hati saya. Menurut saya ini penting. Yang harus dilakukan adalah memaksimalkan yang ada saat ini. Ini jalan yang sangat sulit, tidak mudah, dan sangat sempit,” kata Candra mengomentari raihan buruk bulu tangkis Indonesia di Asian Games 2022 Hangzhou.
“Kembali kita harus bergotong-royong dan memikul bersama, bukan hanya mengkambinghitamkan atau mencari siapa yang salah, tapi secara keseluruhan semuanya mengambil peranan untuk bisa all out. Tugas pengurus, pelatih, dan atlet harus dipenuhi dengan baik,” sambungnya dikutip dari Antara, Jumat (6/10).
Peraih medali emas Olimpiade 2000 Sydney itu menilai bahwa kondisi bulu tangkis Indonesia saat ini cukup kompleks.
Terdapat banyak penyebab atau faktor yang memengaruhi performa para pebulu tangkis Indonesia belakangan ini. Beberapa di antaranya adalah banyaknya turnamen yang diikuti, sampai target tertentu yang harus dicapai pada turnamen-turnamen itu sendiri.
“Jadi fokus dan konsentrasinya terpecah. Sasaran ‘antara’ dan ‘utama’ jadi kabur,” kata Candra.
Selain itu, Candra menilai banyak hal lain yang perlu dievaluasi, termasuk sistem pembinaan dan strategi pembinaan nasional yang bukan hanya pemain di pelatnas saja tapi juga para pemain pelapisnya.
“Di negara lain sudah banyak pemain muda yang bermunculan dan juga berprestasi, bahkan menyaingi dan mengalahkan pemain-pemain senior kita. Sedangkan kita masih belum memperlihatkan pelapis-pelapis berikutnya, apalagi buat ke depan, seperti Olimpiade,” jelas juara All England 1999 dan 2003 itu.
Baca Juga: Indonesia Rebut Medali Perunggu Panahan Recurve Beregu Putra Asian Games 2022
Candra melanjutkan, selain sistem pembinaan nasional, Indonesia sebagai negara besar bulu tangkis harus memiliki visi-misi yang besar, serta keterbukaan dan rasa kekeluargaan yang saling mengisi dan suportif.
“Kita harus bisa menampung masukan dan aspirasi dari semua, bukan hanya klub dan atlet, tapi juga masyarakat Indonesia yang sangat menaruh perhatian dan sangat prihatin dengan kondisi buruk sekarang ini,” kata juara dunia 1997 itu.
“Saya berharap, kita semua tetap berusaha maksimal, optimis, dan juga jangan putus asa tentunya, apalagi kepada atlet nasional sekarang ini, dan juga pada para pelapisnya,” tukasnya.
Berita Terkait
-
Hasil SEA Games 2025 jadi Gambaran Menatap Asian Games 2026
-
Sukses di SEA Games 2025, Pengamat Ingatkan Segera Fokus Hadapi Asian Games dan Olimpiade
-
Jangan Puas Runner Up di SEA Games 2025, Masih Ada Asian Games 2026 dan Olimpiade 2028
-
Janji Manis Erick Thohir Usai Pencak Silat Sumbang 4 Emas SEA Games 2025
-
Jadwal Bulu Tangkis SEA Games 2025 Hari Ini: Putri KW Awali Perjuangan Wakil Indonesia di 8 Besar
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Bidik Bintang Kelima, Pelita Jaya Pamer Skuad Baru Jelang IBL 2026
-
Janice Tjen Masuk Daftar Pemain Hobart International Usai 'WO' di ASB Classic
-
Putri Kusuma Wardani Targetkan Konsistensi Permainan Sepanjang 2026
-
Target Juara! Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia Datangkan Pelatih Italia dan Bintang Dunia
-
Jadwal Lengkap Pekan Pembuka PLN Mobile Proliga 2026, Pontianak Jadi Seri Pembuka
-
Jadwal Malaysia Open 2026: 5 Wakil Indonesia Berjuang di Babak Kedua, Ada yang Lawan Tuan Rumah
-
ORADO Deklarasikan Domino Naik Kelas sebagai Olahraga Nasional
-
Sabar/Reza Singkirkan Juniornya Raymond/Joaquin di Babak 32 Besar Malaysia Open 2026
-
Kalah dari Chen/Toh untuk Kali Ketujuh, Jafar Hidayatullah Akui Permainan Jelek dan Tidak Yakin
-
Resmi! PBSI Hapus Sistem Promosi-Degradasi Atlet Pelatnas