Suara.com - Tiga medali emas yang diraih oleh sprinter Indonesia Saptoyogo Purnomo di Asian Para Games 2022 Hangzhou semakin membuatnya percaya diri untuk bersaing di panggung yang lebih besar lagi, Paralimpiade 2024 Paris.
“Saya ingin sekali, untuk kedua kalinya mendapatkan medali di Paralympic. Kemarin waktu Paralympic Tokyo saya mendapatkan medali perunggu,” kata Saptoyogo kepada ANTARA saat ditemui di Huanglong Sports Centre Stadium, China, Kamis (26/10/2023).
Sprinter asal Jawa Tengah itu mengatakan akan segera berlatih kembali demi mengasah kondisi fisik serta mentalnya supaya lebih siap menghadapi para pelari top dari seluruh dunia.
Saptoyogo mengungkapkan, beberapa pesaing berat di Paralimpiade berasal dari Brasil dan Rusia. Namun, ia tak ingin mengendurkan semangat dan tekad untuk kembali mengharumkan nama Indonesia di pentas olahraga untuk atlet disabilitas terbesar di dunia tersebut. Saptoyogo akan turun di nomor lari 100 meter dan 200 meter T37 putra di Paris, tahun depan.
“Biasanya di Paralympic, yang berat itu pelari dari Brasil dan Rusia. Tapi biasanya juga akan ada pendatang baru yang juga kuat. Tapi, saya optimis,” ujar Saptoyogo.
Saptoyogo baru saja merebut medali emas pada cabang olahraga para atletik nomor lari 100 meter T37 putra Asian Para Games 2022 Hangzhou.
Saptoyogo kembali menjadi yang tercepat dengan torehan waktu 11,35 detik. Tak hanya keluar sebagai peraih medali emas, catatan waktu ini sekaligus memecahkan rekor Asian Para Games yang sebelumnya dipegang oleh Saptoyogo sendiri, yakni 11,49 detik, yang ia bukukan pada Asian Para Games 2018 Jakarta.
Sebelumnya, Saptoyogo juga berhasil meraih medali emas di nomor lari 200 meter T37 putra pada Rabu (25/10).
Tak hanya menjadi yang tercepat pada pesta olahraga untuk atlet penyandang disabilitas edisi keempat ini, Saptoyogo juga memecahkan rekor terbaru di Asian Para Games dengan catatan waktu 23,34 detik.
Baca Juga: Resmi! Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik Posisi ke-145 usai Dua Kali Hajar Brunei Darussalam
Saptoyogo juga keluar sebagai juara pada nomor lari 400 meter T37 dengan catatan waktu 54,80 detik pada Senin (23/10). Pencapaian ini juga merupakan medali emas pertama untuk Indonesia di Asian Para Games edisi keempat itu.
“Buat saya, tiga medali emas ini sangat berharga, karena ini juga pertama kalinya di Asian Para Games ada yang meraih tiga emas. Selain itu, target emas dari para atletik Indonesia juga sudah terpenuhi, dan dari empat, tiga emasnya dari saya. Saya senang sekali,” kata Saptoyogo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kyrie Irving Datang ke Indonesia Disambut Antusias Freestyle Street Basket Tanah Air
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026