Suara.com - Ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando / Daniel Marthin menyegel tiket final Indonesia Masters 2024, usai menang rubber game dalam 'perang saudara' melawan seniornya, Fajar Alfian / Muhammad Rian Ardianto.
Dalam pertandingan semifinal di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (27/1/2024) Malam, Leo / Daniel menundukkan Fajar / Rian melalui drama tiga gim, 2-1 (19-21, 21-14 dan 21-17).
Memulai gim pertama, Fajar/Rian terus menekan Leo/Daniel dan tidak memberikan ruang. Namun Leo/Daniel kerap mampu membaca pola serangan yang dilancarkan Fajar/Rian dan mengunci interval gim pertama dengan keunggulan 11-9.
Usai interval, Fajar/Rian melancarkan serangan dan memperoleh enam poin beruntun untuk membalikkan keadaan menjadi 18-13. Meski Leo/Daniel sempat mencatat empat poin beruntun, Fajar-Rian menutup gim pertama dengan keunggulan 21-19.
Di gim kedua, Leo/Daniel lebih dominan menguasai tempo permainan. Leo/Daniel menutup interval dengan keunggulan tujuh poin, 11-4.
Usai interval, Leo/Daniel tidak mengendurkan serangan dan memperoleh empat poin berturut-turut untuk menutup gim kedua dengan kemenangan 21-14.
Di gim ketiga, Leo/Daniel saling berbalas serangan dengan Fajar/Rian. Terjadi kejar mengejar poin hingga Leo/Daniel mengunci interval dengan keunggulan tiga poin, 11-9.
Usai interval Leo/Daniel memperoleh empat poin berturut-turut dan dibalas oleh Fajar/Rian yang memperoleh empat poin beruntun untuk kedudukan sama 15-15. Leo/Daniel mampu menguasai tempo permainan di akhir gim dengan mencetak tiga poin beruntun untuk menutup gim ketiga dengan kemenangan 21-17.
Selanjutnya, di final Leo/Daniel akan berhadapan dengan ganda tangkis ganda putra Denmark Kim Astrup/Anders Rasmussen yang sebelumnya menaklukkan ganda China Yu Chen Liu/Xuan Yi Ou dua gim 21-14,21-19 di semifinal.
Tag
Berita Terkait
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Leo/Bagas Evaluasi Kontrol Permainan
-
Orleans Masters 2026: Dua Ganda Putra Melangkah ke 16 Besar, Satu Tersisih
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke 16 Besar, Leo/Bagas Manfaatkan Jeda untuk Evaluasi Kekurangan
-
Swiss Open 2026: Leo/Bagas Ungkap Kunci Kemenangan atas Pasangan Chinese Taipei
-
Swiss Open 2026: Kalah dari Pasangan Malaysia, Rian/Rahmat Akui Tampil Kurang Berani
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati