Suara.com - Ganda putra Indonesia Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri mengatakan siap tampil maksimal di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Beregu (Badminton Asia Team Championship/BATC) 2024 yang bergulir di Malaysia, 13-20 Februari.
“Persiapan sejauh ini sudah cukup bagus. Yang penting penampilan bisa maksimal di pertandingan mendatang,” kata Bagas saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (9/2/2024) seperti dimuat Antara.
Pada BATC 2024, Bagas/Fikri akan turun sebagai ganda putra pertama untuk skuad bulu tangkis putra Indonesia. Keduanya mengaku bersemangat untuk menampilkan performa terbaik dan memberikan poin untuk tim.
Baca Juga:
Respons Jurgen Klinsmann Soal Kabar Son Heung-min Pensiun dari Timnas Korsel
Setelah Hadapi Suwon FC, Timnas Indonesia U-20 Alami Peningkatan
“Sekarang posisi kami di ganda pertama, ya, harus siap. Lawan-lawannya juga sebenarnya sama saja seperti di pertandingan (turnamen). Jadi, kami ingin mencoba terus. Bisa diambil sisi positifnya karena lawannya juga bagus-bagus apalagi kalau bisa dapat poin buat tim, biar tim lebih semangat lagi juga,” jelas Fikri.
Indonesia masuk dalam Grup D pada fase grup BATC 2024 bersama Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Bagas/Fikri sepakat bahwa Korea Selatan menjadi tim yang paling diwaspadai di fase grup.
“Korea juga main full team (tim utama), kalau tidak salah. Saya lihat, Seo (Seung Jae) juga main,” kata Fikri.
Baca Juga: Beda dengan Bung Towel, Inilah 3 Mantan Kapten Timnas Indonesia yang Dukung Shin Tae-yong
Mengenai peluang, ganda putra peringkat sembilan dunia itu mengatakan cukup optimistis dengan skuad Indonesia untuk kembali merebut gelar juara.
“Peluangnya ada, apalagi ini (tim Indonesia) mainnya juga bagus-bagus. Yang penting, percaya diri dulu,” kata Bagas.
“Dua tahun lalu, kita bisa final dengan tim pelapis (seperti tahun ini), maksudnya, bukan yang senior banget, gitu. Itu masih bisa final. Semoga tahun ini juga minimal bisa sama, harapannya begitu,” ujar Fikri menambahkan.
Sementara itu, Bagas/Fikri juga masih berupaya untuk mengumpulkan lebih banyak poin menuju kualifikasi Olimpiade 2024 Paris, melalui setidaknya enam turnamen yang tersisa hingga 28 April.
Juara All England Open 2022 itu sepakat bahwa mereka ingin meningkatkan fokus lebih baik lagi agar bisa semakin konsisten di setiap pertandingan.
“Dari kami pribadi, yang dievaluasi masih di konsistensi dan fokus di lapangannya lebih ditahan lagi. Dari negara lain juga latihannya lebih keras, jadi kami sekarang misalkan ketinggalan, harus bisa mengejar lagi,” kata Fikri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati