Suara.com - Tunggal putri Ester Nurumi Tri Wardoyo menyayangkan dirinya kurang tenang dan fokus saat menghadapi Jepang pada laga fase grup terakhir Piala Uber 2024 di Chengdu Hi Tech Zone Sports Center Gymnasium, Chengdu, China, Rabu (1/5/2024).
Ester harus mengakui keunggulan tunggal putri Jepang Aya Ohori setelah menyerah 21-14, 20-22, 18-21 dalam tempo 74 menit.
"Maaf belum bisa menyumbangkan poin untuk tim. Tadi permainan saya rasa cukup keluar, cuma mungkin ada beberapa kesalahan seperti kurang di fokusnya, sementara lawan bermain lebih matang," kata Ester usai pertandingan seperti dimuat Antara.
Gim pertama berlangsung cukup cepat bagi Ester yang terlihat mendominasi pertandingan. Ester terus menekan lawan melalui permainan cepat dan bola-bola yang sulit dikembalikan.
Tunggal putri peringkat 38 dunia itu pun menang mudah 21-14.
Upaya keras Ester berlanjut pada gim kedua dengan tetap mencoba mempertahankan keunggulan meski sempat tertinggal pada awal gim. Laju angka kembali berjalan ketat sampai Ohori unggul 18-16 untuk memaksakan rubber game setelah menang 22-20.
"Di awal gim pertama lawan banyak melakukan kesalahan juga, tapi dia bisa keluar dari tekanan itu di gim selanjutnya," ujar Ester.
Pada gim ketiga, perebutan angka kembali berlangsung sengit. Kedua pemain menerapkan pendekatan yang kurang lebih sama dengan gim sebelumnya. Ester terlihat lebih percaya diri untuk bermain agresif.
Namun, Ohori yang tampil lebih menyerang bisa mengembalikan keadaan untuk membawa Jepang unggul 2-1 dalam laga fase grup terakhir ini.
"Saya kurang menahan fokus saya. Ada beberapa saat saya tidak stabil dengan permainan saya ketika saya meraih poin," kata Ester.
"Lawan bermain menyerang dan cepat, dan saya berusaha untuk bermain cepat juga. Tapi kurang bisa mengontrol. Saya harus meningkatkan fokus, cara bermain saya untuk tidak terburu-buru dan lebih tenang."
Kekalahan Ester ini membuat Jepang sementara unggul 2-1.
Gregoria Mariska Tunjung membawa Indonesia memimpin 1-0 setelah menang 17-21, 21-17, 21-13 dalam rubber melawan Akane Yamaguchi.
Nami Matsuyama/Chiharu Shida menyamakan kedudukan 1-1 setela menaklukkan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari dengan 9-21, 22-20, 16-21.
Masih ada dua wakil Indonesia yang berlaga dalam pertandingan fase grup terakhir melawan Jepang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Daftar Pemain Indonesia di Kejuaraan Asia Beregu 2026, Anthony Ginting Jadi Kapten Tim
-
PBSI Berharap Gelar Thailand Masters 2026 Jadi Awal Kebangkitan Leo/Bagas
-
Dua Kali Kalah Beruntun di Final, PBSI Beberkan Kekurangan Raymond/Joaquin
-
Banjir Pevoli Asing di Proliga 2026, Kompetisi Makin Kuat atau Alarm Pembinaan Lokal?
-
Juara Thailand Masters, Fadia/Tiwi Masih Punya PR Besar dari Eng Hian
-
Profil Annie Mitchem: Meledak di Proliga 2026, Tembus 118 Poin untuk Gresik Phonska
-
Pertama Kali Juara Super 300, Ubed Ditarget PBSI Tembus Top 15 Ranking BWF Tahun Ini
-
Juara Umum Thailand Masters 2026, PBSI Tegaskan Tahun Ini adalah 'Tahun Prestasi' Menuju Olimpiade
-
Satria Muda Tumbang di Kandang, Coach Djordje Ungkap Faktor Penentu Kemenangan Pelita Jaya
-
Adaptasi Cuaca Ekstrem, Pelari Indonesia Bersinar di Maraton Kelas Dunia