Sport / Balap
Kamis, 08 Agustus 2024 | 13:19 WIB
Pesepeda ultra asal Indonesia, Bambang Anggoro Jati di titik start The Transcontinental Race No 10 di Roubaik, Paris. [Dok. Istimewa]

Suara.com - Pesepeda ultra asal Indonesia, Bambang Anggoro Jati, resmi menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil melintasi garis finis The Transcontinental Race No. 10 di Istanbul, Turki pada hari Senin (5/8) yang lalu.

Sebagai salah satu event ultra-cycling paling menantang di dunia, setiap peserta even tahunan ini ditantang untuk mengayuh sepeda setidaknya 4.000 km serta menaklukan tanjakan dengan elevasi lebih dari 50.000 mdpl tanpa bantuan dari siapapun, termasuk dari peserta lain.

Pada edisi tahun ini peserta menjalani start di kota Roubaix, Perancis dan finis di kota Istanbul, Turki. Setiap peserta diberi kebebasan untuk merencanakan rutenya sendiri, namun diwajibkan untuk mengunjungi 4 titik check point yang ditentukan di Slovenia, Bosnia, Kosovo dan Turkey.

Pada keikutsertaan perdananya ini, pria yang dijuluki Bembenx ini berhasil menyelesaikan lomba dalam waktu 14 hari 15 jam 10 menit, serta menempati posisi ke-77. Adapun dari total 326 peserta yang berpartisipasi, hanya 137 yang berhasil mencapai garis finis.

Dalam unggahannya di media sosial, Bambang bersyukur dapat menuntaskan petualangannya selama lebih dari 2 minggu melintasi benua Eropa, walapun ada banyak tantangan dan rintangan yang harus ia hadapi di sepanjang perjalanan.

Pesepeda ultra asal Indonesia, Bambang Anggoro Jati mencapai Hochtann Mountain Pass di Austria. [Dok. Istimewa]

“Dalam perjalanan saya terjatuh dari sepeda 2 kali karena ngantuk dan jalan yang tidak mulus. Sempat alami ban bocor 2 kali, rantai putus karena panik dikejar anjing, juga sempat sakit dan muntah-muntah karena telat dan salah makan, sehingga badan lemas dan perlu istirahat cukup lama di Bosnia bagian selatan sebelum parcours 3” jelas Bambang.

Finisher Kedua Di Lintang Flores 2024

Adapun Bambang sempat mengikuti event Lintang Flores 2024 sebagai ajang pemanasan sebelum berpartisipasi di The Transcontinental Race No.10 di akhir bulan Maret yang lalu.

Pada event yang menguji ketahanan fisik dan mental peserta sejauh 1.000 km dan elevasi 19.000 mdpl antara Labuan Bajo dan Maumere ini, Bambang berhasil menjadi finisher kedua meski sempat alami masalah teknis pada sepedanya.

Baca Juga: Asian Para Games 2022: Para Balap Sepeda Indonesia Rebut Dua Emas Sekaligus

Melalui keterangan tertulis, inisiator event Lintang Flores, Renaldus Iwan Sumarta, mengucapkan selamat atas keberhasilan Bambang mencapai finis di ajang The Transcontinental Race No.10.

“Selamat dan respek untuk Mas Bambang, ini sebuah prestasi yang sangat membanggakan dari salah satu atlet ultra-cyling andalan Indonesia. Pastinya tidak mudah menjalani rute ekstrim yang sangat menantang secara fisik maupun mental ini. Banyak hal yang dapat terjadi di sepanjang perjalanan, dan tidak semua peserta berhasil menyelesaikan lomba. Jadi patut disyukuri Mas Bambang pada akhirnya dapat mencapai garis finis di Instanbul dengan selamat” ungkap Iwan.

Adapun Lintang Flores 2025 direncanakan untuk kembali diadakan pada tanggal 28 April 2025, dengan titik start dan finis yang berlokasi di Ta’aktana, a Luxury Collection Resort & Spa, Labuan Bajo. Informasi detail terkait event akan diumumkan di akun Instagram resmi Lintang Flores, yaitu @lintangflores.

Load More