- Ajang balap sepeda prestisius Tour de Bintan 2026 kembali digelar di Kepulauan Riau pada 21 hingga 23 Agustus.
- Kompetisi ini resmi bekerja sama dengan UCI dan ICF sebagai ajang perebutan poin internasional bagi para atlet.
- Turnamen ini menjadi wadah pemanasan krusial bagi pembalap nasional sebelum berlaga di ajang Asian Games Nagoya 2026.
Suara.com - Para pembalap sepeda Indonesia mendapatkan angin segar menyusul kembalinya ajang balap prestisius Tour de Bintan 2026 pada pertengahan Agustus mendatang.
Setelah vakum sejak edisi 2022, turnamen di Kepulauan Riau ini siap melakukan gebrakan dengan menggandeng langsung Union Cycliste Internationale (UCI) dan Federasi Balap Sepeda Indonesia (ICF).
Hadirnya sistem perebutan poin resmi menjadikan Tour de Bintan sebagai ajang pemanasan krusial bagi para atlet nasional sebelum tampil di Asian Games Nagoya 2026.
Rebranding dan Transformasi Tour de Bintan
Perhelatan balap sepeda yang sudah eksis sejak 2009 ini menjanjikan pengalaman berbeda lewat transformasi dari sisi penyelenggaraan maupun identitas visual.
Pihak penyelenggara resmi memperkenalkan logo baru yang diklaim lebih segar dan dinamis untuk merepresentasikan semangat kompetisi modern.
“Tahun 2026 menandai transformasi Tour de Bintan,” ujar Chief Operating Officer Bintan Resorts, Abdul Wahab, dalam sesi jumpa pers di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Pembaruan identitas visual tersebut sekaligus mempertegas posisi Pulau Bintan sebagai destinasi sport tourism unggulan Indonesia.
“Perubahan logo ini akan menjadi dimulainya kembali babak baru Tour de Bintan dengan Pulau Bintan sebagai destinasi,” ungkap Abdul Wahab.
Baca Juga: Timnas Hoki Putri Indonesia Optimis Lolos ke Asian Games 2026
Perebutan Poin UCI Jadi Daya Tarik Utama
Daya tarik utama penyelenggaraan tahun ini terletak pada status balapan yang resmi masuk kalender federasi sepeda dunia sebagai UCI 1.2 point race.
Status tersebut memungkinkan para pembalap profesional mendulang poin internasional untuk meningkatkan ranking dunia mereka.
“Salah satu highlight baru yang diperkenalkan tahun ini adalah UCI 1.2 point race,” ujar Koordinator Utama Event, Raja Azmizal Usman.
“UCI Point Race adalah perlombaan balap sepeda resmi terdaftar di Union Cycliste Internationale (UCI), di mana pembalap dapat memperoleh poin untuk ranking internasional berdasarkan hasil perlombaan,” lanjutnya.
Bagi atlet nasional, kesempatan meraih poin internasional di kandang sendiri menjadi keuntungan besar menjelang agenda padat kompetisi internasional.
Berita Terkait
-
Resmi! PB Padel Indonesia Jadi Anggota NOC, Buka Jalan Menuju Pentas Dunia
-
Tembus Rute Neraka 1.034 KM, Juney Hanafi Jadi Orang Indonesia Pertama Juara Lintang Flores
-
Jason Donovan Bertekad Pecahkan Rekor Pribadi di Asian Games 2026
-
Krisis Anggaran, Pelatnas Akuatik untuk Asian Games 2026 Terpaksa Dihentikan
-
Timnas Hoki Naturalisasi 4 Pemain dari Eropa untuk Hadapi Asian Games 2026
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
Terkini
-
Bukan Sekadar Permainan Pos Ronda, Domino Kini Resmi Jadi Anggota KONI Pusat
-
Pelita Jaya Buka Peluang Tampil di EASL 2026, Siap Hadapi Dominasi Tim Basket Korsel hingga Jepang!
-
Pelita Jaya Perkuat Chemistry di Jeda Kompetisi, Siap Bungkam RANS Simba di Playoff IBL 2026
-
Rekor Sapu Bersih Tak Berlaku, Pelita Jaya Waspadai Kebangkitan RANS Simba di Playoff IBL 2026
-
PBVSI Panggil Rama Fazza dan Alfin Daniel ke Timnas Voli Putra Indonesia
-
Janice Tjen Terhenti di Babak 16 Besar Maroko Open 2026
-
Jonatan Christie Berhasil Melaju ke Perempat Final Malaysia Masters 2026
-
WBA Tolak Rico Verhoeven Jadi Juara Dunia Andai Kalahkan Usyk
-
Turnamen Golf Paramount Gading Serpong jadi Sorotan, Hadiah Rumah hingga Mobil
-
Leo Rolly/Daniel Diproyeksikan untuk Tampil di Olimpiade 2028