Suara.com - Pebalap muda Indonesia, Aldi Satya Mahendra, berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah dengan meraih gelar juara dunia World Supersport 300 (WorldSSP300) 2024.
Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Aldi, tetapi juga untuk Indonesia, karena ia menjadi pebalap Tanah Air pertama yang menjuarai ajang balap motor bergengsi ini.
Aldi, yang membalap bersama Tim BrCorse, mengaku sangat antusias untuk melanjutkan karier balapnya dengan naik kelas ke World Supersport (WorldSSP) tahun depan bersama Yamaha.
“Saya tidak sabar menunggu tahun depan karena saya akan naik ke kelas WorldSSP bersama Yamaha,” ungkap Aldi, dikutip dari keterangan resmi World Superbike (WorldSBK), Senin (21/10/2024).
Aldi memulai perjalanan karier balap motor pada tahun 2015, terinspirasi oleh kakaknya, Galang Hendra, yang juga seorang pebalap profesional. Dari tahun ke tahun, Aldi menunjukkan performa yang menjanjikan, dengan prestasi yang kian mengkilap.
Pada 2019, Aldi berhasil meraih beberapa podium di Asia Road Racing Championship (ARRC), menandai pencapaian penting dalam karier balapnya. Kemudian, di tahun 2022, ia mendapatkan kesempatan emas untuk berlatih di Yamaha VR46 Master Camp di Italia.
Di sana, ia belajar langsung dari legenda MotoGP, Valentino Rossi, yang memberikan bimbingan dan pengalaman berharga dalam meningkatkan keterampilannya.
Keikutsertaan Aldi di ajang WorldSSP300 dimulai pada tahun 2022. Kemenangan pertamanya datang pada tahun 2023 di sirkuit Autodrom Most, yang menjadi titik balik dalam karier internasionalnya.
Tak hanya itu, di tahun yang sama, Aldi juga berhasil menjadi runner-up di ajang Yamaha R3 bLU cRU European Cup, sebelum akhirnya sepenuhnya terjun di WorldSSP300.
Baca Juga: Aturan WSBK 2024 Libatkan Bahan Bakar Berkelanjutan
Musim balap 2024 menjadi tahun yang penuh kemenangan bagi Aldi. Dengan penampilan yang konsisten, ia berhasil mencetak poin di setiap balapan. Beberapa kemenangan penting, termasuk di Misano, serta seringnya naik podium, menunjukkan bakat besar Aldi yang terus berkembang.
Persaingan musim ini tidaklah mudah. Aldi harus berhadapan dengan pebalap tangguh seperti Loris Veneman dari MTM Kawasaki dan Inigo Iglesias dari Fusport-RT Motorsport by SKM-Kawasaki. Namun, kemampuan dan mentalitasnya yang kuat membawanya berhasil mengatasi setiap tantangan, hingga akhirnya dinobatkan sebagai juara dunia WorldSSP300.
“Saya sangat bahagia. Ini adalah impian saya sejak kecil. Ketika saya melihat saudara laki-laki saya berlomba di SuperSport 300 dan 600, saya berpikir, 'Saya ingin menjadi seperti dia,' dan sekarang saya menjadi juara dunia,” ungkap Aldi.
“Ini luar biasa bagi saya, keluarga saya, dan semua orang. Saya juga juara Indonesia pertama (yang meraih gelar juara dunia), dan itu terasa luar biasa,” ujarnya menambahkan, seperti dikutip dari Antara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
Terkini
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya