Buktinya, belum lama ini ia sukses menggelar turnamen Exhibition Para Taekwondo 'KYORUGI & POOMSAE' dengan tajuk Prof. Reda Manthovani Cup 2025.
Acara yang sukses diselenggarakan pada 9 hingga 10 Januari 2025 ini menunjukkan perhatiannya pada inklusivitas dan pengembangan taekwondo bagi semua kalangan, khususnya bagi para atlet disabilitas.
Gelar Master Kehormatan dari Kukkiwon ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Reda Manthovani, tetapi juga sebuah pengakuan global bagi dedikasi dan kerja kerasnya dalam memajukan taekwondo di Indonesia.
Penghargaan tersebut juga menjadi pemicu semangat baru bagi insan olahraga Indonesia, khususnya para praktisi dan penggemar taekwondo.
Banyak yang berharap pencapaian Reda Manthovani bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.
Ke depan, Reda berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan taekwondo, termasuk menginisiasi lebih banyak program pelatihan dan kompetisi yang melibatkan atlet dari berbagai latar belakang.
Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan dan dampak positif dari olahraga bela diri ini.
Dengan pencapaian ini, nama Reda Manthovani tidak hanya dikenal sebagai seorang pejabat negara dan eks CdM Paralimpiade Indonesia 2024, tetapi juga sebagai tokoh taekwondo nasional yang membawa harum nama bangsa di kancah internasional.
Pengakuan dari Kukkiwon juga menjadi bukti bahwa dedikasi dalam bidang olahraga dapat melampaui batas-batas geografis dan politik.
Baca Juga: Anak Tidak Hidup Demi Jadi Objek Ambisi Orang Tua: Kasus Altet Taekwondo
Melalui kiprah Reda Manthovani, dunia internasional melihat Indonesia sebagai negara yang serius dalam pengembangan olahraga inklusif, khususnya taekwondo untuk penyandang disabilitas.
Berita Terkait
-
Anak Tidak Hidup Demi Jadi Objek Ambisi Orang Tua: Kasus Altet Taekwondo
-
Turnamen Taekwondo Kasal Cup Ditutup, Dewa dan Sekar Jadi Peserta Terbaik
-
Turnamen Taekwondo KASAL Cup Digelar di Bali, Ribuan Atlet Ikut Berpartisipasi
-
Raih Emas Paralimpiade, Annabelle Williams Ungkap Inspirasi Ketangguhan Bersama Mowilex
-
Kesulitan Sebut "Paralimpiade", Pidato Gibran di Hari Disabilitas Jadi Sorotan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
-
Jelang Kunjungan Prabowo ke Inggris, Trah Sultan HB II Tolak Keras Kerja Sama Strategis! Ada Apa?
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
Terkini
-
Saddil Ramdani Pede Persib Hattrick Juara Liga, Rahasia Kekuatan Maung Bandung Terungkap
-
LavAni Tumbangkan Juara Bertahan Bhayangkara Presisi 3-1 pada Lanjutan Proliga 2026
-
Ada Fakor Angin, Jonatan Christie Tumbang dari Lin Chun-Yi di Final India Open 2026
-
Lolos ke Final India Open 2026, Jonatan Christie Akui Sempat Kesulitan Hadapi Loh Kean Yew
-
Jonatan Christie Melaju ke Final India Open 2026, Punya Rekor Bagus Lawan Lin Chun Yi
-
Laga Lima Set! Jakarta Electric PLN Mobile Taklukkan Bandung BJB Tandamata di Proliga 2026
-
Proliga 2026: Surabaya Samator Menang Dramatis atas Medan Falcons, Pelatih Tak Puas
-
ASEAN Para Games 2025: Kontingen Indonesia Tiba di Nakhon Ratchasima, Langsung Geber Latihan
-
Anders Antonsen Kembali Mundur dari India Open, Pilih Bayar Denda Rp84 Juta
-
Jonatan Christie: Christo Popov Pemain Bagus, Kidal Lagi