- Jorge Lorenzo menegaskan filosofi hidupnya: presisi, strategi, dan ketenangan di bawah tekanan.
- Ia menilai nilai-nilai itu tetap relevan di dunia baru setelah MotoGP.
- Kolaborasinya dengan Bitget menjadi jembatan antara semangat balap dan inovasi digital modern.
Suara.com - Nama Jorge Lorenzo tak bisa dilepaskan dari masa keemasan MotoGP. Juara dunia tiga kali asal Spanyol itu kembali hadir di Sirkuit Mandalika, bukan sebagai pembalap, melainkan sebagai tamu kehormatan yang membawa semangat balap ke dunia yang berbeda.
Meski sudah gantung helm, aura kompetitif Lorenzo masih terasa kuat.
Di sela-sela kualifikasi Grand Prix Mandalika, pria yang akrab disapa Jorge itu berbagi kisah tentang bagaimana filosofi hidupnya sebagai pembalap kini ia terapkan di luar lintasan — dari cara berpikir, mengambil keputusan, hingga menghadapi tekanan.
“Saya merasakan kecocokan saat pertama kali mencoba Bitget sebagai platform investasi aset kripto. Perasaan itu muncul begitu saja secara alami. Bitget bukan hanya platform perdagangan biasa. Sebagai pembalap, saya selalu percaya akan presisi, ketepatan waktu, dan strategi yang tepat. Mindset yang sama persis dengan apa yang Bitget tanamkan.”
Bagi Lorenzo, setiap detik di atas motor dulu adalah pertaruhan besar.
Tapi di balik kecepatan, ada ketenangan dan perhitungan yang ia anggap lebih penting.
Filosofi itu, katanya, tetap relevan dalam kehidupan pasca-pensiun.
Ia menyebut bahwa pengalaman di dunia balap membuatnya belajar banyak soal mengambil keputusan di bawah tekanan, sesuatu yang juga bisa diterapkan dalam berbagai bidang — termasuk investasi, bisnis, atau kehidupan pribadi.
“Keduanya terbentuk melalui waktu, insting, dan kemampuan memaksimalkan potensi. Saat kamu berada di lintasan, sepersekian detik dapat merubah segalanya. Hal yang sama juga berlaku ketika kamu berinvestasi di kripto. Kamu membutuhkan kecepatan, kepercayaan diri, dan platform yang tepat.”
Baca Juga: Pebalap Indonesia Veda Ega Pratama Promosi ke Moto3 2026!
Kini, Lorenzo melihat dunia olahraga berkembang pesat melampaui sekadar kompetisi di arena.
Menurutnya, era digital telah membuka banyak peluang bagi atlet dan penggemar untuk saling terhubung lebih dalam.
“Saya melihat saat ini antara olahraga dan kripto jauh lebih terkoneksi dibandingkan beberapa tahun lalu. Saat ini fans tidak lagi hanya melihat logo di baju atau racepack yang kita gunakan. Mereka ingin lebih dari itu," kata Lorenzo.
"Pengalaman, keterlibatan, dan koneksi yang jauh lebih dalam lagi. Kripto telah memperlihatkan cara baru bagaimana menjadi bagian dari hal tersebut. Platform seperti Bitget membuat semuanya menjadi lebih mudah, aman, dan menyenangkan.”
Dengan cara pandang itu, Lorenzo memandang kolaborasi antara olahraga dan inovasi digital bukan sekadar tren sesaat, melainkan evolusi alami yang mengubah cara orang menikmati dunia olahraga.
Berbeda dari pembalap muda yang cenderung bergegas ingin cepat naik podium, Lorenzo kini lebih banyak menekankan pentingnya ketenangan dan pemahaman dasar sebelum melangkah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
Terkini
-
Baru Dipasangkan, Rian/Rahmat Masih Cari Pola Permainan di BATC 2026
-
Indonesia Awali BATC 2026 dengan Kemenangan Telak 5-0 atas Myanmar
-
Run & Chill Festival 2026 Hadirkan Pengalaman Fun Run dan Festival Keluarga
-
AVC Cup 2026: Tim Voli Indonesia Siap Tempur, 32 Pemain Masuk Radar
-
Banyak Pesaing, CEO Aprilia Racing Girang Bisa Perpanjang Kontrak Marco Bezzecchi
-
Marco Bezzecchi Resmi Perpanjang Kontrak dengan Aprilia Racing hingga 2027
-
Satu Tahun Absen, Ester Nurumi 'Comeback' di Kejuaraan Asia Beregu 2026
-
Janice Tjen Cetak Sejarah, Jadi Petenis Indonesia Kedua yang Tembus Top 50 Dunia
-
Jadwal Lengkap Proliga 2026 Seri Malang, Duel LavAni vs Bhayangkara Jadi Laga Pembuka
-
Profil Katerina Zhidkova Pemuncak Top Skor Proliga 2026: Catatkan 185 Poin Kalahkan Megatron