- Pevoli Megawati Hangestri akan membawa bendera Merah Putih pada pembukaan SEA Games 2025 di Bangkok pada Selasa (9/12).
- Panitia penyelenggara menerapkan prosedur keamanan luar biasa ketat bagi jurnalis sebelum upacara pembukaan SEA Games 2025.
- Pembukaan SEA Games 2025 menampilkan lima segmen seni, setelah konsep awal bernuansa Olimpiade Paris dibatalkan.
Suara.com - Pevoli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, akan mendapat kehormatan besar saat tampil sebagai salah satu pembawa bendera Merah Putih dalam defile kontingen Indonesia pada upacara pembukaan SEA Games 2025 di Stadion Rajamanggala, Bangkok, Selasa (9/12) waktu setempat.
Penunjukan Megawati tak lepas dari kiprahnya yang konsisten bersinar dalam beberapa tahun terakhir.
Megatron menjadi salah satu figur atlet putri Indonesia yang paling dikenal, baik di kancah nasional maupun internasional, berkat kekuatan smash dan akurasi pukulan yang menjadi ciri khasnya.
“Menjadi pembawa bendera berarti membawa harapan jutaan masyarakat Indonesia. Saya akan menjalankan tugas ini dengan bangga dan semoga bisa menjadi pemicu semangat bagi seluruh tim,” ujar Megawati.
Dalam defile nanti, Megawati akan mengenakan busana adat Lampung. Ia akan tampil anggun dalam kebaya merah yang dipadukan kain Tapis serta mahkota Siger, simbol martabat, keteguhan, dan kemuliaan perempuan Lampung.
Pembukaan SEA Games 2025 Super Ketat
Menjelang upacara pembukaan SEA Games 2025 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, panitia penyelenggara menerapkan prosedur pengamanan luar biasa ketat.
Menurut laporan salah satu media Vietnam, pihak panitia penyelenggara meminta awak jurnalis untuk datang tujuh jam sebelum acara dimulai.
Media Vietnam, Thanhnien menyebut bahwa aturan tersebut dianggap paling ketat dalam sejarah penyelenggaraan pesta olahraga Asia Tenggara.
Baca Juga: SEA Games 2025 Dibuka dengan Pengamanan Super Ketat, Batal Gunakan Konsep Pembukaan Olimpiade Paris
Menurut informasi resmi dari panitia, upacara pembukaan dijadwalkan berlangsung pada hari ini, Selasa (9/12) pukul 19:00 waktu setempat.
"Seluruh jurnalis yang terdaftar harus sudah hadir di Main Press Center (MPC) mulai pukul 12.00 siang untuk mengikuti proses registrasi, verifikasi identitas, hingga pengambilan gelang akses khusus yang dilengkapi kode nomor," tulis laporan media Vietnam tersebut.
Setelah menerima gelang, para jurnalis wajib mengikuti sesi pengarahan pada pukul 13.00.
Dalam sesi ini, panitia menjelaskan alur kerja, area yang boleh dan tidak boleh diakses, pengaturan pengambilan gambar, hingga tata tertib keamanan.
Tepat pukul 14.30, seluruh jurnalis yang lolos seleksi diberangkatkan menuju Stadion Rajamangala menggunakan bus resmi sesuai daftar yang telah disusun panitia.
Setiba di stadion, para jurnalis harus melewati pemeriksaan keamanan berlapis. Pemeriksaan meliputi pengecekan perlengkapan kerja, identitas, barang bawaan, hingga penempatan posisi duduk sesuai sektor yang telah ditentukan.
Berita Terkait
-
SEA Games 2025 Dibuka dengan Pengamanan Super Ketat, Batal Gunakan Konsep Pembukaan Olimpiade Paris
-
Indra Sjafri Tanggapi Kritik Publik, Fokus Pertandingan Kedua Myanmar
-
Mengapa Taktik Pe-Pe-Pa ala Indra Sjafri Tak Berjalan di Laga Kontra Filipina? Ini Penyebabnya!
-
SEA Games 2025: Kekalahan dari Filipina Langsung Tempatkan Garuda Muda di Ambang Kegagalan!
-
Timnas Indonesia Gigit Jari, Peluang Pertahankan Medali Emas Makin Tipis
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Kejurnas Turnamen ORADO 2026 Digelar, Atlet dari 28 Provinsi Turun Berlaga
-
Timnas Hoki Naturalisasi 4 Pemain dari Eropa untuk Hadapi Asian Games 2026
-
Grand Final Proliga 2026: Jakarta Pertamina Enduro Ungguli Phonska Plus pada Leg 1
-
Tim Uber Indonesia Waspadai Kanada di Laga Pembuka, Bidik Awal Sempurna di Grup C
-
Surabaya Samator Sikat Garuda Jaya, Kunci Peringkat Ketiga Proliga 2026
-
Timnas Hoki Putri Indonesia Optimis Lolos ke Asian Games 2026
-
Tim Indonesia Siap Bungkam Aljazair, Kapten Fajar Wanti-wanti Mental Para Debutan
-
Tim Thomas Indonesia Waspadai Aljazair di Laga Perdana Piala Thomas 2026
-
Tim Indonesia Berharap Tuah Venue Kecil di Piala Thomas dan Uber 2026
-
Ortuseight Dorong Performa Atlet Lewat Inovasi Sepatu Hybrid dan Track Field