- Atlet Malaysia Irfan Tamrin Danish dicoret dari SEA Games 33 Thailand karena disuruh pelatih berpura-pura cedera.
- Pemeriksaan medis pada 1 Desember membuktikan Danish sehat, namun banding ke OCM pada 3 Desember ditolak.
- Federasi Atletik Malaysia akan menginvestigasi dugaan penyalahgunaan wewenang pelatih yang merugikan tim estafet.
Suara.com - Kontingen Malaysia diguncang skandal besar jelang perhelatan SEA Games 33 di Thailand.
Atlet muda berbakat, Irfan Tamrin Danish, secara mengejutkan dicoret dari tim estafet 4x100 meter dan digantikan oleh pelari lain yang memiliki catatan waktu lebih lambat.
Skandal ini mencuat setelah ibu dari Danish membeberkan rangkaian kejadian yang menimpa putranya.
Ia menuduh sang pelatih memaksa Danish untuk berbohong soal kondisi cedera, padahal sang atlet berusia 18 tahun itu dalam keadaan sehat dan siap berlaga untuk Malaysia.
Ibu Danish, Tamrin Hashim, mempublikasikan serangkaian tangkapan layar percakapan antara putranya dan sang pelatih.
Dalam percakapan tersebut, terlihat jelas pelatih memerintahkan Danish untuk mengaku cedera demi membuka ruang bagi atlet lain yang lebih berpengalaman.
Danish disebut terpaksa mengikuti instruksi tersebut karena takut mendapat konsekuensi jika menolak.
Bahkan, untuk memverifikasi kondisinya, Danish menjalani pemeriksaan medis menyeluruh pada 1 Desember.
Hasilnya, rumah sakit menyatakan tidak ada masalah kesehatan pada area tubuh yang sebelumnya diklaim bermasalah.
Baca Juga: Klasemen SEA Games 2025: Indonesia Peringkat Kedua dengan 5 Medali Emas
Artinya, laporan cedera yang menjadi dasar pencoretaan Danish ternyata tidak valid.
Setelah mengetahui hasil pemeriksaan, Danish mengajukan banding resmi kepada Dewan Olimpiade Malaysia (OCM) pada 3 Desember.
Ia menjelaskan bahwa surat pengunduran diri dari SEA Games ia tulis atas perintah pelatih.
Namun, OCM menolak banding tersebut dengan alasan batas waktu telah lewat.
Kasus ini makin memanas setelah Federasi Atletik Malaysia turun tangan.
Mereka telah berbicara dengan Danish dan ibunya, serta memastikan akan melakukan investigasi terbuka dan transparan terkait dugaan manipulasi dan penyalahgunaan wewenang oleh pelatih.
Berita Terkait
-
Klasemen SEA Games 2025: Indonesia Peringkat Kedua dengan 5 Medali Emas
-
Bisa Tersingkir Tanpa Main, Nasib Timnas Indonesia U-22 di SEA Games Ditentukan Hari Ini
-
Andri Irawan Persembahkan Medali Emas Petanque untuk Indonesia di SEA Games 2025
-
Ubed Alihkan Fokus ke Nomor Perseorangan Usai Antar Indonesia Raih Emas Beregu SEA Games 2025
-
Debut di SEA Games 2025, Perenang Muda Jason Donovan Persembahkan Medali Emas
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Ubed Jadi Pahlawan, Indonesia Comeback Kalahkan Thailand 3-2 di Piala Thomas 2026
-
Piala Thomas 2026: Alwi Farhan Kena Comeback, Indonesia Tertinggal 1-2 dari Thailand
-
Debut Menegangkan di Piala Thomas 2026, Sabar/Reza Bawa Indonesia Samakan Thailand 1-1
-
Drama Tiga Gim, Jonatan Christie Minta Maaf Usai Indonesia Tertinggal 0-1 dari Thailand
-
Susunan Pemain Indonesia vs Thailand di Grup D Piala Thomas 2026, Fajar Diduetkan dengan Joaquin
-
Menang atas Kesatria Bengawan Solo 84-69, Djordje Jovicic Puas dengan Performa Satria Muda
-
Sakit Pencernaan, Iga Swiatek Mundur dari Madrid Open 2026
-
Mario Aji Start dari Posisi 17 di Moto2 Spanyol 2026
-
LavAni Juara Proliga 2026, Tumbangkan Bhayangkara Presisi 3-1 di Final
-
Kejurnas Turnamen ORADO Masuki Babak Delapan Besar, Persaingan Kian Ketat