-
Indonesia sabet dua emas aquathlon team relay putra-putri SEA Games 2025.
-
Kemenangan ini merupakan medali emas ke-54 dan ke-55 bagi kontingen Indonesia.
-
Tim Merah Putih sukses mengalahkan Filipina dan Singapura di Thailand.
Suara.com - Kontingen Indonesia mencatat pencapaian impresif di ajang olahraga multinasional Asia Tenggara, SEA Games 2025, yang diselenggarakan di Thailand.
Prestasi membanggakan datang dari cabang olahraga triathlon, khususnya di disiplin aquathlon nomor team relay, pada hari Selasa, 16 Desember 2025.
Lokasi perlombaan yang menjadi saksi bisu dominasi Indonesia adalah Leam Mae Phim, Klaeng Distrik, Rayong, Thailand.
Tim Merah Putih berhasil menyapu bersih dua medali emas sekaligus dari kategori putri dan putra dalam perlombaan ketahanan fisik ini.
Keberhasilan ganda ini mempertegas posisi Indonesia dalam peta kekuatan triathlon regional.
Tim aquathlon putri menjadi pembuka jalan bagi raihan medali emas Indonesia pagi itu.
Skuad putri yang diperkuat oleh tiga atlet andalan menunjukkan performa luar biasa sejak awal perlombaan.
Tiga srikandi tersebut adalah Binta Erlen Salsabela, Kayla Nadia Shafa, dan Martina Ayu Pratiwi.
Mereka sukses mengungguli tim-tim kuat lainnya, termasuk Filipina dan Singapura, yang merupakan pesaing utama.
Baca Juga: Indra Sjafri Ungkap Suasana Ruang Ganti usai Kandas di SEA Games 2025
Kemenangan ini secara resmi menjadi medali emas ke-54 yang berhasil dibawa pulang oleh kontingen Indonesia.
Kabar mengenai kemenangan tim putri segera diumumkan secara resmi oleh otoritas terkait.
Dalam unggahan resmi, Kemenpora mengungkapkan, "Kabar baik di pagi hari SEA Games Thailand 2025 diawali dari cabor triathlon."
"Tim aquathlon putri Indonesia yang diperkuat Binta Erlen Salsabela, Kayla Nadia Shafa, dan Martina Ayu Pratiwi sukses finis terdepan dan mempersembahkan medali emas pada nomor women’s aquathlon team relay."
Pencapaian ini menyoroti kerja sama tim yang solid dan persiapan matang yang telah dijalani para atlet.
Tak mau kalah dengan rekan-rekan putrinya, tim aquathlon putra Indonesia turut mencatatkan prestasi fantastis di nomor yang sama.
Tim putra ini diperkuat oleh tiga atlet berdedikasi tinggi yang tampil kompak dan gigih.
Ketiga atlet tersebut adalah Muhammad Noval Ashidiq, Al Kautsar, dan Rashif Amila Yaqin.
Dominasi mereka di jalur lintasan membuat tim putra juga berhasil menduduki posisi teratas.
Tim putra sukses menuntaskan perlombaan dengan mengalahkan perwakilan dari Singapura dan juga Filipina.
Medali emas yang dipersembahkan oleh tim putra ini menjadi emas ke-55 bagi Indonesia dalam perhelatan SEA Games 2025.
Keberhasilan ganda ini menunjukkan kualitas regenerasi atlet triathlon Indonesia yang merata di kedua kategori.
Pujian terhadap performa tim putra pun segera menyusul dari pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora).
Dua medali emas dari disiplin aquathlon team relay ini merupakan momen bersejarah bagi dunia olahraga Indonesia.
Pencapaian ini merupakan hasil dari dedikasi, latihan keras, dan semangat juang yang tinggi dari seluruh tim triathlon.
Total raihan dua emas dalam satu hari dari satu cabang olahraga menempatkan Indonesia pada posisi yang dihormati.
Filipina dan Singapura, yang secara tradisional kuat, dipaksa mengakui keunggulan strategi dan kecepatan atlet-atlet Indonesia.
Perlombaan di Rayong pada hari Selasa tersebut menjadi saksi bisu gemilangnya Merah Putih.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi cabang olahraga lainnya untuk terus meraih prestasi terbaik.
Pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia menyambut hangat kabar baik dari Thailand ini.
Raihan medali emas ini menambah optimisme terhadap target perolehan medali keseluruhan Indonesia di SEA Games 2025.
Perjuangan atlet-atlet di lapangan telah membuahkan hasil yang manis dan membanggakan seluruh bangsa.
Fokus kini beralih pada upaya mempertahankan dan meningkatkan prestasi di masa mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Hasil Undian AVC Champions League 2026: Indonesia Diwakili Bhayangkara Presisi dan Garuda Jaya
-
Jadi Tuan Rumah, Indonesia Punya Dua Misi di AVC Mens Volleyball Champions League 2026
-
Ruichang China Masters: Jadi Runner-up, Prahdiska Bagas Shujiwo Perlu Tingkatkan Power
-
Ketum PBVSI Ungkap Alasan Naturalisasi 4 Pemain dari Brasil
-
Timnas Voli akan Naturalisasi 4 Pemain Brasil untuk Olimpiade 2032
-
Swiss Open 2026: Tampil Antiklimaks, Alwi Farhan Tumbang dari Yushi Tanaka di Final
-
Swiss Open 2026: Susul Putri KW, Alwi Farhan Lolos ke Partai Final usai Libas Wakil China
-
Kimi Antonelli Antonelli Ukir Sejarah, Raih 'Pole Sitter' Termuda Formula 1
-
Ruichang China Masters 2026: Prahdiska Bagas Shujiwo Satu-satunya Wakil Merah Putih di Final
-
Swiss Open 2026: Lolos ke Final, Putri KW Ingin Buktikan Masih Layak Juara