Sport / Arena
Jum'at, 16 Januari 2026 | 10:20 WIB
Pemain Garuda Jaya melakukan smash ke arah pemain Medan Falcon pada lanjutan Proliga 2026 di GOR Voli Indoor Sumut Sport Center, Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis. (Antara/Juraidi)
Baca 10 detik
  • Jakarta Garuda Jaya mengalahkan tuan rumah Falcons Tirta Bhagasasi 3-1 pada Proliga 2026 di Deli Serdang, Sumatera Utara.
  • Kemenangan Garuda Jaya disebabkan servis efektif, tempo cepat, dan serangan keras yang menyulitkan tim lawan.
  • Pelatih Falcons mengakui kelemahan timnya terletak pada pertahanan yang kurang rapi dan tingginya kesalahan servis.

Suara.com - Tim bola voli putra Jakarta Garuda Jaya meraih kemenangan penting atas tuan rumah Falcons Tirta Bhagasasi pada pekan kedua Proliga 2026. Berlaga di GOR Voli Indoor Sumut Sport Center, Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis, Garuda Jaya menang dengan skor 3-1 (25-22, 23-25, 25-20, 25-23).

Pelatih Jakarta Garuda Jaya, Nur Widayanto, menilai kemenangan tersebut tidak lepas dari efektivitas servis yang mampu memberi tekanan besar kepada lawan. Strategi tersebut menghasilkan banyak poin langsung dan membuat permainan Falcons sulit berkembang. Selain itu, tempo cepat serta serangan keras juga menjadi faktor yang menyulitkan tuan rumah.

"Kami tentunya sangat mengapresiasi permainan anak anak yang sepanjang laga terus bermain maksimal, meski di set kedua sempat kalah, tapi kita langsung membalas di set berikutnya," kata Nur Widayanto.

Di sisi lain, pelatih Medan Falcons Tirta Bhagasasi, Ariyanto Joko Sutrisno, mengakui timnya masih memiliki sejumlah kelemahan yang harus segera dibenahi. Ia menyebut persoalan di lini pertahanan dan servis kembali menjadi masalah, sama seperti yang terjadi pada laga sebelumnya.

“Kami masih kalah di pertahanan, sama seperti saat kalah dari Bhayangkara. Pertahanan kami belum serapi Jakarta Garuda Jaya. Selain itu, kami juga sering gagal servis. PR-nya masih sama seperti pertandingan pertama,” ujar Ariyanto.

Ariyanto menambahkan, kesalahan demi kesalahan kerap muncul di setiap set, mulai dari servis, blok, hingga receive. Kondisi tersebut membuat timnya kesulitan membangun serangan balik dan mencetak poin.

“Setiap set kami pasti gagal servis. Jangankan untuk bertahan dan melakukan blok, servis saja sudah gagal. Jadi tidak ada kesempatan untuk melakukan counter attack dan mencetak poin saat bertahan,” jelasnya.

(Antara)

Baca Juga: Jadwal Pekan Kedua Putaran Pertama Proliga 2026, Medan Falcons Tampil di Kandang

Load More