Sport / Balap
Selasa, 10 Maret 2026 | 11:19 WIB
dr. Byanca Lauwardi, dokter yang juga menekuni berkuda. (ist)
Baca 10 detik
  • dr. Byanca Lauwardi dikenal sebagai dokter umum sekaligus atlet showjumping, meraih sukses di kompetisi berkuda seperti Pegasus Competition.
  • Ia menempuh pendidikan kedokteran di UKRIDA dan Magister Administrasi Rumah Sakit, lulus Cumlaude dan berprestasi nasional.
  • Selain profesi dan olahraga, ia aktif dalam edukasi kesehatan di media sosial serta kegiatan sosial memberikan layanan gratis.

Suara.com - Nama dr. Byanca Lauwardi tidak hanya dikenal di dunia medis, tetapi juga di arena olahraga berkuda, khususnya cabang showjumping.

Dalam beberapa tahun terakhir, ia aktif mengikuti berbagai kompetisi ketangkasan berkuda yang menuntut konsentrasi, keberanian, serta kemampuan mengambil keputusan dengan cepat.

Bagi Byanca, olahraga ini bukan sekadar hobi, melainkan sarana untuk melatih disiplin dan ketenangan dalam menghadapi situasi menantang.

Sebagai atlet showjumping, dr. Byanca telah mengikuti sejumlah kejuaraan berkuda.

Ia pernah meraih posisi pertama pada Pegasus Showjumping Competition serta mencatatkan hasil clear round dalam ajang internasional FEI CSI’s.

Dalam kompetisi tersebut, seorang penunggang harus mampu mengarahkan kuda melewati berbagai rintangan tanpa menjatuhkan palang. Ketelitian dan kontrol diri menjadi kunci utama untuk meraih hasil terbaik.

Menurutnya, pengalaman di olahraga berkuda memberi pelajaran penting tentang keberanian mengambil keputusan dalam waktu singkat.

Keterampilan tersebut ia rasakan sangat relevan ketika menghadapi situasi genting, terutama saat berada di lingkungan medis yang menuntut respons cepat dan tepat.

dr. Byanca Lauwardi, dokter yang juga menekuni berkuda. (ist)

Di balik aktivitasnya berkuda, Byanca menekuni profesi sebagai dokter umum. Ia menaruh perhatian besar pada pendekatan komunikasi terapeutik, yaitu cara berinteraksi dengan pasien agar mereka tidak hanya menerima pengobatan, tetapi juga memahami proses pemulihan secara menyeluruh dan merasa nyaman selama menjalani perawatan.

Baca Juga: UBL Dukung Atlet Berprestasi Lewat Beasiswa, Ada Penggawa Timnas Futsal Indonesia

Perjalanan akademiknya dimulai dari kedisiplinan yang ia bangun sejak masa sekolah.

Sejak tingkat menengah pertama hingga menengah atas, ia dikenal konsisten meraih peringkat teratas di kelas.

Semangat kompetitif tersebut kemudian ia lanjutkan ketika menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Kristen Krida Wacana pada 2019.

Selama masa studi, fokus utamanya adalah menguasai keterampilan klinis secara presisi.

Tidak berhenti di situ, ia juga memperdalam pemahaman mengenai manajemen layanan kesehatan dengan melanjutkan studi Magister Administrasi Rumah Sakit di Universitas Esa Unggul.

Langkah tersebut diambil untuk memahami bagaimana sistem pelayanan kesehatan dapat dikelola secara lebih efisien.

Load More