Sport / Raket
Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:11 WIB
Alwi Farhan ungkap makna gestur tepuk dada usai singkirkan Jason Teh di Swiss Open 2026. Mentalitas pantang menyerahnya sukses bawa ia ke perempat final. [Dok. PBSI]
Baca 10 detik
  • Alwi Farhan sukses melaju ke perempat final Swiss Open 2026 usai melakukan comeback epik dua gim langsung atas Jason Teh dengan skor 21-17 dan 22-20.
  • Sempat tertinggal di kedua gim, mentalitas pantang menyerah sang atlet berhasil membalikkan keadaan dan mengunci kemenangan dalam tempo 52 menit.
  • Gestur menepuk dada di lapangan ternyata adalah cara ampuh sang atlet melepaskan ketegangan batin karena tingginya hasrat untuk meraih kemenangan.

Suara.com - Tunggal putra masa depan Indonesia, Alwi Farhan, membagikan rahasia di balik selebrasi uniknya usai menumbangkan Jason Teh pada ajang BWF Super 300.

Kemenangan dramatis di arena St. Jakobshalle tersebut sukses mengantarkan sang pebulu tangkis melaju mulus ke babak perempat final kejuaraan Swiss Open 2026.

Keberhasilan menaklukkan tekanan ini sekaligus menjadi modal berharga baginya sebelum menantang wakil Hong Kong, Jason Gunawan, pada fase krusial selanjutnya.

Pertandingan babak 16 besar tersebut berlangsung sangat sengit dan menguras tenaga selama kurang lebih 52 menit di atas lapangan tiga.

Atlet muda andalan Merah Putih itu berhasil mengunci kemenangan melalui duel dua gim langsung dengan skor ketat 21-17 dan 22-20 pada Jumat dini hari WIB.

Menariknya, terselip sebuah pemandangan emosional ketika sang pemain terlihat menepuk dadanya sendiri di tengah-tengah ketegangan pertandingan.

Melalui keterangan tertulis PBSI, ia secara gamblang menjelaskan makna mendalam di balik gestur fisik yang mengundang rasa penasaran publik tersebut.

"Arti tepuk-tepuk dada? Melepaskan ketegangan dan salah satu cara menenangkan diri saja sih karena keinginan menangnya besar jadi ada sedikit tekanan dari dalam diri yang coba ditenangkan," kata Alwi Farhan.

Tekanan besar memang sangat terasa karena pebulu tangkis unggulan keenam ini selalu tertinggal poin pada fase awal kedua gim yang dimainkan.

Baca Juga: Swiss Open 2026: Lolos ke Babak Kedua, Jafar/Felisha Sebut Masih Banyak Salah

Pada gim pembuka, ia bahkan sempat tertinggal jauh dalam kedudukan 10-16 sebelum akhirnya mencetak delapan poin beruntun untuk membalikkan keadaan menjadi 21-17.

Situasi serupa kembali terulang pada gim kedua saat lawannya melesat memimpin perolehan angka hingga margin tujuh poin di kedudukan 10-17.

Mentalitas pantang menyerah kembali ditunjukkan oleh wakil Tanah Air ini dengan meraup delapan angka beruntun untuk berbalik unggul 18-17.

Pertarungan poin-poin kritis harus diselesaikan melalui drama deuce sebelum akhirnya sang bintang muda menyudahi perlawanan musuhnya di angka 22-20.

"Saya tertekan sejak awal tapi alhamdulillah bisa keluar dari tekanan, selalu mencoba mencari cara apapun kondisinya, apapun situasinya, saya tetap berusaha."

"Mau ketinggalan, mau unggul, nggak ada yang nggak mungkin sebelum wasit menyatakan game selesai."

Load More