- Doni Tata Pradita menilai mentalitas kuat dan kepercayaan diri Veda Ega kunci podium Moto3 Grand Prix Brasil.
- Veda Ega menunjukkan keberanian menyerang di lap akhir sirkuit internasional berbekal pengalaman kompetisi sebelumnya.
- Sistem pembinaan terstruktur saat ini dipandang membantu perkembangan pembalap muda Indonesia lebih baik.
Suara.com - Mantan pembalap Indonesia, Doni Tata Pradita, menilai kekuatan mental menjadi keunggulan utama Veda Ega Pratama dalam bersaing di Moto3 musim ini.
Menurut Doni, kemampuan Veda untuk tetap percaya diri dan berani bertarung menjadi kunci keberhasilannya meraih podium di Moto3 Grand Prix Brasil, Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, akhir pekan lalu.
“Kalau saya lihat dari mentalnya, dia sangat percaya diri. Saat balapan berani fight dan punya fighting spirit yang bagus,” kata Doni kepada ANTARA via telepon, Selasa.
Doni menambahkan, keberanian Veda menyerang di lap-lap terakhir menunjukkan kematangan mental meski usianya baru 17 tahun. Ia mencontohkan bagaimana Veda mampu memperbaiki performa setelah finis kelima di seri pembuka Buriram, Thailand, sebelum akhirnya naik podium di Brasil.
“Di Brasil dia terlihat lebih percaya diri dan sudah memahami peta kekuatan lawan. Di lap terakhir dia berani menyerang dan akhirnya bisa masuk tiga besar,” ujarnya.
Selain mental, agresivitas dan kemampuan adaptasi Veda terhadap karakter sirkuit internasional menjadi nilai tambah yang jarang dimiliki pembalap seusianya. Pengalaman dari ajang Asia Talent Cup hingga Red Bull Rookies Cup menjadi bekal penting membentuk karakter balapnya saat ini.
“Dia cepat adaptasi dengan sirkuit internasional karena prosesnya sudah benar. Dari Asia Talent Cup, Red Bull Rookies Cup sampai Moto3, jadi memang sudah terlatih,” ujar Doni.
Doni juga menilai sistem pembinaan yang lebih terstruktur saat ini membantu pembalap muda Indonesia berkembang lebih baik dibanding era dirinya masih aktif balapan. Proses bertahap dari Asia ke Eropa sebelum ke kejuaraan dunia membuat pembalap lebih siap menghadapi level tertinggi.
“Sekarang penjenjangannya sudah bagus. Pembalap ditempa dulu di Asia lalu ke Eropa sebelum ke kejuaraan dunia. Jadi lebih siap,” katanya.
Baca Juga: Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
Doni berharap Veda dapat menjaga konsistensi sepanjang musim agar peluang untuk menembus jenjang lebih tinggi tetap terbuka.
“Mudah-mudahan dia bisa terus berkembang di setiap seri dan membawa nama Indonesia lebih baik lagi di level dunia,” pungkasnya.
(Antara)
Berita Terkait
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Media Italia Terpukau Aksi Veda Ega Pratama di Moto3 Brasil, Cepat dan Tanpa Takut
-
Cetak Sejarah di Moto3, Veda Ega Pratama Dapat 'Saweran' Mobil dari Keluarga Haji Isam
-
Veda Ega Pratama Cetak Sejarah Jadi Pembalap Indonesia Pertama Raih Podium Moto3 GP Brasil
-
Pujian Selangit Mantan Pembalap MotoGP untuk Veda Ega Pratama: Bakatnya Sangat Besar!
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Leo/Bagas Evaluasi Kontrol Permainan