Sport / Arena
Senin, 13 April 2026 | 10:20 WIB
Puji Dampak IBL All-Star 2026, Ditjen Imigrasi, Hendarsam Marantoko, Bentuk Tim Permudah Masuknya Pemain Asing. [Dok. Istimewa]
Baca 10 detik
  • Merespons kemajuan olahraga seperti di IBL All-Star 2026, Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko membentuk tim khusus untuk mempermudah administrasi atlet asing.
  • Fasilitas yang diberikan meliputi jalur khusus (fast track) bebas antre di bandara dan pengurusan birokrasi via aplikasi digital agar tidak merusak mood atlet.
  • Kebijakan ini disambut antusias oleh Perbasi, mengingat banyaknya pemain asing di liga domestik serta padatnya jadwal kejuaraan dunia basket (FIBA) di Indonesia pada 2027-2029.

Suara.com - Kesuksesan dan kemeriahan ajang IBL All-Star 2026 di Bandung Arena pada Sabtu (11/4/2026) lalu rupanya mendapat sorotan dan apresiasi khusus dari Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Hendarsam Marantoko.

Hadir langsung menyaksikan perang bintang basket tersebut, Hendarsam terpukau dengan kemajuan pesat ekosistem olahraga nasional.

Sebagai bentuk dukungan nyata, ia langsung mengumumkan pembentukan tim khusus untuk mempermudah dan mempercepat proses masuknya atlet asing ke Indonesia.

Format Draft Kapten dan 1 On 1 Challenge Sukses, IBL All-Star 2026 'Pecah' di Bandung. [Dok. Suara. Com/Arief Apriadi]

"Salah satu fungsi imigrasi adalah sebagai fasilitator, dan itu juga berlaku di bidang olahraga. Sektor ini harus diberikan kemudahan dalam proses administrasi," tegas Hendarsam dikutip dari Antara.

Terobosan yang disiapkan Ditjen Imigrasi sangat konkret dan langsung menyasar kenyamanan atlet.

Pemerintah akan menyediakan fasilitas jalur cepat (fast track) di bandara sehingga para pemain asing tidak perlu lagi membuang energi untuk mengantre panjang.

Selain itu, seluruh urusan birokrasi keimigrasian akan dipangkas dan diintegrasikan melalui sistem digital berbasis aplikasi.

Hendarsam memahami betul bahwa antrean panjang di pintu masuk negara bisa merusak suasana hati (mood) atlet yang baru saja menempuh penerbangan jauh.

Hal ini dinilai bisa berdampak buruk pada performa mereka saat bertanding.

Baca Juga: Dari Kawan Jadi Lawan, Saat Yudha dan Pandu Saling Lempar Psywar Jelang IBL All-Star 2026

"Jika mereka mendapatkan kesan yang baik sejak di pintu masuk negara, mereka akan menyampaikan bahwa imigrasi Indonesia itu mudah, ramah pengguna, namun tetap memiliki fungsi pengawasan," imbuhnya.

Gebrakan ini dinilai sangat tepat waktu dan tidak bertele-tele. Pasalnya, kompetisi profesional di Tanah Air saat ini sedang kebanjiran legiun asing.

Mulai dari IBL 2026 yang mengizinkan tiga pemain asing bermain bersamaan, BRI Super League dengan kuota hingga 11 pemain asing, hingga Proliga.

Selain melayani kompetisi domestik, tim khusus ini juga akan memfasilitasi kelancaran atlet luar negeri yang hadir untuk event internasional di Indonesia, seperti MotoGP Mandalika hingga laga ekshibisi Clash of Legends di GBK.

Kehadiran event dan atlet asing ini diyakini akan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.

Meski memberikan "karpet merah", Hendarsam menggarisbawahi bahwa pengawasan keimigrasian tidak akan kendur.

Load More