Sport / Raket
Selasa, 02 Juni 2026 | 15:25 WIB
Jonatan Christie menjadikan Indonesia Open 2026 sebagai target utama musim ini. Jojo memanfaatkan waktu pemulihan lebih usai tersingkir di Singapore Open. [Dok. PBSI]
Baca 10 detik
  • Pebulu tangkis Jonatan Christie menargetkan gelar juara Polytron Indonesia Open 2026 sebagai agenda utama musim kompetisi tahun ini.
  • Jonatan berhasil melaju ke babak kedua turnamen setelah menaklukkan atlet Singapura, Jia Heng Jason Teh, di Istora Senayan.
  • Kemenangan tersebut menjadi langkah awal Jonatan untuk mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara di hadapan pendukung sendiri.

“Pasti di setiap turnamen, babak pertama itu tidak mudah karena adaptasi lapangan, kondisi angin, itu juga cukup mempengaruhi. Tapi bisa melewati itu, Puji Tuhan cukup happy saya,” lanjutnya.

Jadwal turnamen yang padat, dengan Indonesia Open digelar hanya sepekan setelah Singapore Open, membuat para pemain harus cermat mengelola kondisi fisik.

Jonatan sendiri harus menerima kenyataan tersingkir di babak pertama Singapore Open setelah dikalahkan HS Prannoy dari India.

Namun, ia memilih melihat sisi positif dari hasil tersebut karena memberinya waktu lebih banyak untuk memulihkan kondisi dan mempersiapkan diri menghadapi Indonesia Open.

“Saya juga maunya melangkah sejauh mungkin di Singapore Open karena poinnya juga cukup besar, tapi harus berhenti di babak pertama. Jadi ya, akhirnya saya punya waktu untuk recovery lebih dan mempersiapkan diri buat Indonesia Open ini,” kata Jonatan.

Evaluasi Teknis dan Strategi Permainan

Jonatan menekankan pentingnya tidak menarik kesimpulan berlebihan dari hasil di turnamen sebelumnya karena setiap arena memiliki karakteristik berbeda, termasuk shuttlecock yang digunakan.

“Setiap turnamen punya kesulitannya masing-masing. Sekarang kita bisa lihat saja dari tiga turnamen terakhir, shuttlecock itu beda-beda. Semua shuttlecock itu punya ciri khasnya masing-masing, mereka punya feeling touch-nya juga berbeda. Jadi kita tidak bisa bilang ketika di A itu gagal, terus di B dan di C kita melakukan kesimpulan yang sama. Saya rasa itu tidak apple to apple,” jelasnya.

Kematangan berpikir tersebut menjadi modal penting bagi Jonatan untuk tetap fokus pada permainannya sendiri tanpa terbebani hasil masa lalu.

Baca Juga: Perang Bintang di Istora, Indonesia Open 2026 Siapkan Hadiah Rp25 Miliar!

“Karena setiap pertandingan, setiap arena itu punya kesulitannya masing-masing, terus juga ketemu musuhnya juga berbeda-beda. Jadi saya rasa lebih fokus ke diri sendiri dulu saja,” pungkas Jonatan.

Load More