Sport / Arena
Selasa, 09 Juni 2026 | 11:41 WIB
Pelatih Dewa United Banten, Agusti Julbe Bosch, secara blak-blakan menyoroti rapuhnya barisan pertahanan timnya usai menelan kekalahan telak dari Pelita Jaya Jakarta pada semifinal IBL 2026. [Dok. IBL]
Baca 10 detik
  • Agusti Julbe Bosch menilai buruknya ritme dan konsistensi pertahanan menjadi penyebab utama kekalahan Dewa United 79-93 dari Pelita Jaya.
  • Meski skor semifinal kini imbang 1-1, Bosch tetap optimistis karena Dewa United akan memainkan dua laga berikutnya di kandang sendiri.
  • Rio Disi mengakui tim gagal menjalankan game plan pertahanan dengan baik dan berjanji melakukan evaluasi menyeluruh demi merebut tiket final IBL 2026.

Suara.com - Pelatih Dewa United Banten, Agusti Julbe Bosch, secara blak-blakan menyoroti rapuhnya barisan pertahanan timnya usai menelan kekalahan telak dari Pelita Jaya Jakarta pada semifinal IBL 2026.

Kekalahan dengan skor 79-93 pada laga kedua semifinal memaksa kedudukan kedua tim menjadi imbang 1-1 dalam seri best-of-five.

Agusti Julbe Bosch menilai ketidakmampuan pemain dalam menjaga intensitas dan ritme bertahan menjadi faktor utama yang membuat Pelita Jaya leluasa mendominasi pertandingan di GMSB Jakarta.

Juru taktik asal Spanyol tersebut mengaku kecewa karena rencana permainan yang telah disusun tidak berjalan efektif di atas lapangan.

"Kami tidak menemukan ritme pertahanan untuk sebagian besar bagian dari pertandingan," ujar Agusti Julbe Bosch.

Krisis Konsistensi di Area Pertahanan

Sepanjang pertandingan, para pemain Dewa United terlihat kesulitan membendung agresivitas serangan lawan.

Situasi itu memberikan ruang yang cukup luas bagi skuad asuhan David Singleton untuk mencetak poin demi poin dengan relatif mudah.

Terutama pada kuarter pertama dan ketiga, lini pertahanan Dewa United gagal memberikan tekanan yang cukup sehingga Pelita Jaya mampu mengembangkan pola permainan dengan leluasa.

Baca Juga: Pelita Jaya vs RANS Simba di Playoff IBL 2026: Laga Emosional untuk Reggie Mononimbar

Agusti menjelaskan bahwa anak asuhnya sebenarnya sempat menunjukkan daya juang untuk menahan gempuran Pelita Jaya.

Namun, kurangnya konsistensi dalam menjaga intensitas permainan membuat kendali pertandingan perlahan berpindah ke tangan tuan rumah hingga laga berakhir.

Optimistis Bangkit di Kandang Sendiri

Meski harus menerima hasil pahit, pelatih berpengalaman tersebut tetap memelihara optimisme untuk membawa Dewa United melaju ke partai final.

Menurutnya, peluang membalikkan keadaan masih terbuka lebar karena masih ada tiga pertandingan tersisa dalam seri semifinal.

Apalagi, Dewa United sudah membuktikan kapasitasnya dengan mencuri kemenangan di kandang Pelita Jaya pada laga pertama.

Load More