- Agusti Julbe Bosch menilai buruknya ritme dan konsistensi pertahanan menjadi penyebab utama kekalahan Dewa United 79-93 dari Pelita Jaya.
- Meski skor semifinal kini imbang 1-1, Bosch tetap optimistis karena Dewa United akan memainkan dua laga berikutnya di kandang sendiri.
- Rio Disi mengakui tim gagal menjalankan game plan pertahanan dengan baik dan berjanji melakukan evaluasi menyeluruh demi merebut tiket final IBL 2026.
Suara.com - Pelatih Dewa United Banten, Agusti Julbe Bosch, secara blak-blakan menyoroti rapuhnya barisan pertahanan timnya usai menelan kekalahan telak dari Pelita Jaya Jakarta pada semifinal IBL 2026.
Kekalahan dengan skor 79-93 pada laga kedua semifinal memaksa kedudukan kedua tim menjadi imbang 1-1 dalam seri best-of-five.
Agusti Julbe Bosch menilai ketidakmampuan pemain dalam menjaga intensitas dan ritme bertahan menjadi faktor utama yang membuat Pelita Jaya leluasa mendominasi pertandingan di GMSB Jakarta.
Juru taktik asal Spanyol tersebut mengaku kecewa karena rencana permainan yang telah disusun tidak berjalan efektif di atas lapangan.
"Kami tidak menemukan ritme pertahanan untuk sebagian besar bagian dari pertandingan," ujar Agusti Julbe Bosch.
Krisis Konsistensi di Area Pertahanan
Sepanjang pertandingan, para pemain Dewa United terlihat kesulitan membendung agresivitas serangan lawan.
Situasi itu memberikan ruang yang cukup luas bagi skuad asuhan David Singleton untuk mencetak poin demi poin dengan relatif mudah.
Terutama pada kuarter pertama dan ketiga, lini pertahanan Dewa United gagal memberikan tekanan yang cukup sehingga Pelita Jaya mampu mengembangkan pola permainan dengan leluasa.
Baca Juga: Pelita Jaya vs RANS Simba di Playoff IBL 2026: Laga Emosional untuk Reggie Mononimbar
Agusti menjelaskan bahwa anak asuhnya sebenarnya sempat menunjukkan daya juang untuk menahan gempuran Pelita Jaya.
Namun, kurangnya konsistensi dalam menjaga intensitas permainan membuat kendali pertandingan perlahan berpindah ke tangan tuan rumah hingga laga berakhir.
Optimistis Bangkit di Kandang Sendiri
Meski harus menerima hasil pahit, pelatih berpengalaman tersebut tetap memelihara optimisme untuk membawa Dewa United melaju ke partai final.
Menurutnya, peluang membalikkan keadaan masih terbuka lebar karena masih ada tiga pertandingan tersisa dalam seri semifinal.
Apalagi, Dewa United sudah membuktikan kapasitasnya dengan mencuri kemenangan di kandang Pelita Jaya pada laga pertama.
Berita Terkait
-
David Singleton Bongkar Rahasia Pelita Jaya Hancurkan Dewa United di Game 2 Semifinal IBL 2026!
-
Statistik Gila Perrin Buford: 28 Poin, 12 Rebound, 12 Assist saat Pelita Jaya Hajar Dewa United
-
Bandung Arena Membara! Satria Muda Sukses Balas Dendam, Bekuk Bogor Hornbills demi Samakan Kedudukan
-
Kejutan Semifinal IBL 2026! Satria Muda dan Pelita Jaya Tumbang di Kandang
-
Dibuka Satria Muda vs Bogor Hornbills, Ini Jadwal Semifinal IBL 2026
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
David Singleton Bongkar Rahasia Pelita Jaya Hancurkan Dewa United di Game 2 Semifinal IBL 2026!
-
Rachel/Febi dan Ana/Trias Bidik All Indonesian Final di Australian Open 2026
-
Daftar Wakil Indonesia di Australian Open 2026, Sabar/Reza hingga Ginting Siap Bertanding
-
PBSI Tarik Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin dari Australian Open 2026, Ini Alasannya
-
Dua Ganda Putra Mundur, Ini Daftar Wakil Indonesia di Australian Open 2026
-
Gagal Total di Indonesia Open 2026, PBSI Tarik Fajar/Fikri dari Australia Open
-
Statistik Gila Perrin Buford: 28 Poin, 12 Rebound, 12 Assist saat Pelita Jaya Hajar Dewa United
-
Drama Lima Set di AVC Cup 2026! Timnas Voli Putri Indonesia Kalah Tipis dari Vietnam
-
Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi Jadi Unggulan di Libema Open 2026
-
Tak Menyangka Juara Indonesia Open, Victor Lai: Rasanya Masih Bermimpi