- Kontingen Jawa Tengah meraih juara umum Kejurnas Junior 2026 di Kudus dengan koleksi 78 medali.
- Keberhasilan tersebut memperpanjang rekor dominasi Jawa Tengah sebagai juara nasional selama lima edisi beruntun.
- Jabr Rajaa'Challe menyumbangkan medali emas penutup bagi kontingen Jawa Tengah pada nomor individu U-15 putra.
"Tahun lalu sempat ragu untuk ikut karena belum percaya diri dengan tembakanku. Tapi kali ini aku membuktikan hasil latihanku dan berani tampil di level nasional. Medali emas ini aku persembahkan untuk kedua orang tua, pelatih dan Jawa Tengah."
Optimistis Lahirkan Atlet Olimpiade
Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, Abdul Razak, menilai persaingan pada Kejurnas Junior 2026 semakin kompetitif.
Menurutnya, hal tersebut menjadi sinyal positif bagi masa depan panahan Indonesia.
Ia juga mengapresiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation yang menghadirkan fasilitas pertandingan dengan standar mendekati Archery World Cup.
“Kualitas pemanah muda tahun ini semakin meningkat yang dapat dilihat dari perebutan perolehan medali yang sangat kompetitif. Ini sinyal yang positif untuk perkembangan olahraga panahan dalam artian pemanah dari berbagai daerah bisa saling bersaing dengan ketat,” ujar Razak.
"Harapan kami semakin banyak event berkualitas bisa menjadi kawah candradimuka bagi atlet muda yang akan menjadi regenerasi pemanah senior. Kami juga mengapresiasi Djarum Foundation yang menghadirkan fasilitas dan kualitas penyelenggaraan dengan standar mendekati Archery World Cup."
"Pengalaman seperti ini sangat penting agar atlet muda terbiasa dengan atmosfer pertandingan profesional dan siap bersaing ketika tampil di panggung internasional."
Ia optimistis para atlet muda yang tampil di Kejurnas Junior berpeluang menjadi penerus tradisi prestasi Indonesia di Olimpiade.
“Panahan menjadi salah satu cabang olahraga unggulan Indonesia yang sudah menyumbangkan medali di level Olimpiade. Melihat potensi pemanah muda yang berkompetisi kali ini kami optimistis merekalah yang akan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di panggung dunia dalam 10 hingga 15 tahun mendatang,” tutupnya.
Program Associate Bakti Olahraga Djarum Foundation, Edi Supriyanto, menegaskan bahwa Kejurnas Junior merupakan bagian dari komitmen membangun ekosistem pembinaan panahan yang berkelanjutan.
“Kami meyakini prestasi tidak lahir secara instan, tetapi dibangun melalui pembinaan yang berjenjang dan berkesinambungan. Setelah mengenal dan menekuni olahraga panahan melalui MilkLife Archery Challenge, mereka memiliki kesempatan untuk menantang diri ke level lebih kompetitif seperti di Kejurnas Junior ini,” kata Edi.
"Dengan pembinaan yang terstruktur dan konsisten, kami berharap akan banyak pemanah potensial lahir yang melanjutkan tradisi prestasi Indonesia di berbagai kejuaraan internasional termasuk Olimpiade."
Selain mencetak atlet berprestasi, penyelenggaraan Kejurnas Junior juga memberi dampak ekonomi bagi Kabupaten Kudus melalui sektor sport tourism.
“Kehadiran atlet, official bahkan pendukung dari berbagai daerah ke Kudus memberikan multiplier effect bagi masyarakat,” ujar Edi.
"Dengan demikian, olahraga tidak hanya menjadi sarana pembinaan prestasi, tetapi juga mampu menggerakkan sport tourism dan perekonomian lokal. Harapan kami, Kudus semakin dikenal sebagai kota yang memiliki ekosistem olahraga kuat dan menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan bergengsi."
Klasemen Akhir Kejurnas Junior 2026
Jawa Tengah memimpin klasemen akhir dengan 26 medali emas, disusul Jawa Barat yang mengoleksi 20 emas.
DKI Jakarta menempati posisi ketiga dengan 18 emas, diikuti Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 17 emas.
Sementara Kalimantan Timur berada di posisi kelima dengan sembilan emas, sedangkan Kepulauan Riau menempati peringkat keenam setelah mengumpulkan tujuh medali emas.
Rangkaian sport tourism di Kudus akan berlanjut pada Agustus mendatang melalui penyelenggaraan Srikandi Merdeka Cup 2026 yang menghadirkan tim nasional putri U-16 dari tujuh negara.