/
Senin, 29 Agustus 2022 | 13:05 WIB
Ilustrasi makanan Filipina. (Joshua Bousel/flickr)

Sukabumi.suara.com – Selama ini makanan umumnya dibuat dengan bahan dasar yang higienis dan bergizi. Tapi apa jadinya jika ada makanan yang dibuat dari sampah? Nyatanya itu yang terjadi di Filipina.

Diketahui, kalau makanan sampah yang dimaksud ternyata dibuat dari daging yang telah terbuang di tempat sampah, kemudian diolah ulang menjadi makanan ekonomis.

Untuk diketahui, dalam bahasa Tagalog yang menjadi bahasa umum di Filipina sendiri, kata Pagpag memiliki makna ‘debu’.

Bukan tanpa alasan, penggunaan sampah daging sebagai makanan yang lebih ekonomis ternyata dilatarbelakangi karena rendahnya perekonomian di Filipina.

Disebutkan bahwa daripada membeli daging yang masih segar, kebanyakan masyarakat di sana lebih memilih untuk membeli daging bekas makan yang berasal dari tempat sampah di restoran-restoran.

Sebelum dijual ke daerah kumuh, disebutkan bahwa daging dari tempat sampah dicuci terlebih dahulu hingga bersih, lalu dimasak dengan rempah-rempah khas Filipina sebagai bumbunya. Kemudian, daging-daging tersebut didaur ulang menjadi makanan yang siap santap bernama Pagpag.

Lebih detail, makanan ekonomis baru dari daging bekas tersebut dijual dengan harga yang sangat murah. Karena hal itu pula, makanan Pagpag selama ini dikenal sebagai potret betapa menyedihkannya kondisi kemiskinan di Filipina.

Sebenarnya sudah ada ahli kesehatan di negara tersebut yang menjelaskan bahaya mengonsumsi daging sampah. Tapi apa daya, kemiskinan yang masih terjadi membuat Pagpag tetap populer, bahkan menjadi makanan nasional yang lumrah bagi mayoritas warga miskin di Filipina.

Sumber: yoursay.suara.com.

Baca Juga: RAMENGVRL ft YUNG RAJA - MING LING | Lirik Lagu

Load More