Sukabumi.suara.com - Ada alasan khusus mengapa jalan di pegunungan dibuat berkelok-kelok. Pasti kalian menyadari tentang fakta ini. Jika sedang berkendara menuju ke wilayah pegunungan atau dataran tinggi, maka jalanan yang dilalui pasti berkelok-kelok. Walau dari sisi jangka waktu perjalanan menjadi lebih lama, tapi ada tujuan agar perjalanan di daerah pegunungan tetap aman.
Jalanan yang dibuat berkelok-kelok pada jalur pegunungan, membuat kendaraan yang lewat, semakin mudah untuk melewatinya. Kendaraan bermotor, biasanya tidak mampu jika harus melewati tanjakan dalam waktu yang lama. Tenaga yang dikeluarkan kendaraan juga sama banyaknya, dengan jalan yang dibuat berkelok-kelok.
Pada perencanaan geometrik suatu jalan, yang dikedepankan adalah isu keselamatan. Jadi jalanan yang dibangun harus mampu melindungi penggunanya. Jalanan yang berkelok-kelok menggunakan prinsip kerja bidang miring.
Ketika landasan atau bidang yang akan dilewati landai, maka tenaga yang dibutuhkan, untuk menuju puncaknya menjadi lebih kecil, begitu pula sebaliknya.
Jadi, kalau sedang menuju puncak dan jalanannya berliku, sebenarnya itu sudah dirancang untuk mempermudah perjalanan kita dan lebih aman. Walaupun terkadang membuat mual atau mabuk darat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
3 Rekomendasi Makanan Pembuka Buka Puasa Agar Tubuh Tak Syok
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Dari Era 800-an, Ratusan Golok Dipamerkan di Bogor Menuju Warisan Dunia UNESCO
-
Polisi Bongkar Penyelundupan Ganja 15,5 Kg dari Jakarta Hingga Pamulang
-
Cukup Ganti Lantai, Rumah Langsung Terlihat Baru Jelang Ramadan dan Idulfitri
-
Kasus Pengoplosan Elpiji 3 Kilogram di Bangka Terungkap, Bagaimana Pengawasan Distribusinya?
-
Meriah! Warga Cipadung Sukaresmi Gelar Turnamen Bulutangkis Gendongan Unik
-
CEK FAKTA: Purbaya Laporkan Puan Terkait Korupsi Uang Ratusan Triliun, Benarkah?
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama