Belakangan beredar kabar bahwa Polda Metro Jaya menyoroti tipe atau model ponsel yang ditanamkan cipset Mediatek memiliki celah keamanan yang berpengaruh pada transaksi keuangan penggunanya.
Memang, pihak Polda Metro Jaya tidak merinci terkait merek dan model ponsel China dengan cipset MediaTek tersebut. Tetapi dalam sebuah postingan di Instagram, disebutkan bahwa ponsel bermasalah itu memiliki kode global N9T dan N11.
Laku berdasarkan penelusuran Suara.com, dua ponsel itu disinyalir adalah Xiaomi Redmi Note 9T dan Redmi Note 11. Pada 12 Agustus lalu, perusahaan keamanan siber Check Point memang mengungkap adanya celah keamanan pada kedua ponsel yang dipacu prosesor Mediatek ini.
Tanggapan Xiaomi Indonesia
Merespons hal tersebut, Xiaomi Indonesia mengakui bahwa ponsel yang disorot Polda Metro Jaya pada pekan ini, karena memiliki celah keamanan yang bisa berpengaruh pada transaksi keuangan, adalah produk Xiaomi.
Meski demikian, Xiaomi Indonesia mengatakan ponsel-ponsel yang bermasalah itu tidak tersedia resmi di Indonesia. Lain itu, penyebab kerentanan keamanan tersebut sudah terindentifikasi serta sedang dalam upaya perbaikan. Demikian penjelasan Stephanie Sicilia, Associate Marketing Director Xiaomi Indonesia.
“Saat ini tim teknis sedang bekerja sama dengan mitra terkait untuk mengeliminasi risiko dan proses perbaikan telah dilakukan,” jelas Stephanie pada Suara.com, Rabu (31/8/2022).
Lebih jauh ia mengemukakan, bahwa kerentanan tersebut hanya ditemukan di sejumlah kecil perangkat dan membutuhkan teknologi cracking tingkat tinggi.
“Sehingga tidak akan berdampak ataupun menimbulkan kerugian yang luas bagi pengguna,” sambungnya.
Baca Juga: Xiaomi Pastikan Redmi 11 Prime 5G Dirilis 6 September
“Sebagai tambahan informasi, perangkat yang disebutkan tidak tersedia secara resmi untuk pasar Indonesia,” jelas Stephanie.
Imbauan Polda Metro Jaya
Sebelumnya diberitakan bahwa Polda Metro Jaya melalui laman Instagramnya meminta masyarakat pengguna ponsel China dengan cipset Mediatek mesti waspada, karena ponsel-ponsel itu memiliki kerentanan yang bisa dimanfaatkan penjahat siber untuk melakukan transaksi palsu.
Celah keamanan itu ditemukan pada sistem pembayaran yang mengandalkan cipset Mediatek untuk menyediakan layanan Trusted Execution Environment (TEE). TEE adalah area pada prosesor yang digunakan untuk memproses dan menjaga informasi sensitif, seperti kode kriptografi yang diperlukan dalam melakukan transaksi keuangan.
Ponsel-ponsel Xiaomi yang ditanamkan cipset Mediatek menggunakan arsitektur TEE Kinibi, yang memiliki ruang virtual terpisah untuk menyimpan informasi penting tadi. Ruang ini dirancang untuk menjalankan aplikasi-aplikasi terpercaya, yang bertanggung jawab untuk mengelola keamaman.
Tetapi para peneliti menemukan kelemahan pada format aplikasi yang digunakan Xiaomi. Mereka bisa mengganti aplikasi terpercaya itu dengan aplikasi lain yang keamanannya lebih lemah, sehingga mudah disusupi.
Berita Terkait
-
iPhone 5 SE Miliknya Tak Bisa Diperbaiki, Remaja Ini Ngamuk hingga Aniaya Pemilik Konter HP, Korban Rugi Rp23 Juta
-
Xiaomi Pastikan Redmi 11 Prime 5G Dirilis 6 September
-
HP Xiaomi dengan Chip MediaTek Diduga Ponsel yang Disebut Rentan oleh Polda Metro Jaya
-
Siap Ramaikan Pasar Mobil Listrik, Begini Manuver dari Xiaomi
-
Lei Jun Konfirmasi Perilisan Global, Penerus Xiaomi 12S Ultra?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta