Sukabumi.suara.com - Impian Alif Fitrah Rodillah (28) dan 13 WNI lainnya untuk bekerja di luar negeri harus pupus karena dugaan menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TTPO).
Alif beserta rekannya diiming-imingi oleh penyalur kerja di Sukabumi untuk bekerja di Thailand dengan gaji yang besar. Alif dan seorang temannya, warga Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi yang siap untuk bekerja, akhirnya berangkat menuju Bangkok pada 2 Agustus 2022.
Sampai di Thailand, Alif dan rekannya tidak lantas bekerja, mereka melanjutkan perjalan menuju Chiang Mai. Lalu mereka berdua dijemput oleh mobil dan kembali melanjutkan perjalan, sampai saat tiba di sungai Mekong menuju Laos mereka menggunakan perahu.
Sampai di Laos Alif menaruh curiga ada yang tidak beres dengan tawaran pekerjaan tersebut, karena sudah berbeda dengan negara yang sebelumnya dijanjikan yaitu Thailand.
Saat di Laos, Alif dan 13 WNI tinggal di sebuah apartemen, dan disuruh untuk bekerja sebagai pencari investor dalam situs aplikasi trading.
Alif merasa enggan untuk melakukan pekerjaan tersebut, dikarenakan pekerjaannya yang berbeda dari perjanjian. Akhirnya Alif pun tidak dipekerjakan oleh perusahaan tersebut, tetapi teman Alif masih melanjutkan pekerjaan yang diperintah.
Setelahnya Alif mengaku ingin pulang ke Indonesia, tetapi saat mengutarakan keinginan tersebut Alif malah diminta membayar kepada pihak perusahaan sebesar 4.000 dolar AS atau sekitar Rp59 Juta. Hal tersebut memperkuat dugaan Alif bahwa dirinya telah menjadi korban TPPO.
Pihak perusahaan beralasan bahwa mereka membeli Alif dan rekannya melalui agen penyalur kerja dengan harga yang disebutkan di atas.
Saat ini, Alif dan keluarganya di Sukabumi sedang berusaha untuk dapat pulang dengan menghubungi pihak-pihak terkait, seperti Kedutaan Besar Republik Indonesia yang berada di Laos. Mereka juga aktif mengirim pesan di media sosial kepada Presiden Indonesia dan Gubernur Jawa Barat.
Baca Juga: Punya Modal Kecil Tapi Ingin Untung Besar? Ini Tips Marketing
Sumber: sukabumiupdate.com.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
-
Pria Asal Sukabumi Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang, Kirim Pesan ke Jokowi dan Ridwan Kamil
-
Dear Ridwan Kamil: Pemuda Sukabumi Ini Diduga Jadi Korban TPPO di Laos, Dikasih Makan Daging Kodok
-
Nasib Miris Pemuda Sukabumi di Laos, Terkena Covid-19 hingga Harus Bayar Rp 59 Juta untuk Bisa Pulang ke Indonesia
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Vincent Kompany Salut Ada Pelatih Perempuan di Bundesliga, Pertama dalam Sejarah
-
Manuel Neuer Masih Bingung, Perpanjang Kontrak atau Gantung Sepatu
-
Kalah Agregat, Alvaro Arbeloa Tegaskan Tak Butuh Keajaiban Hadapi Bayern Munich
-
Alasan Pribadi, Javier Mascherano Mundur dari Kursi Pelatih Inter Miami
-
WO Pernikahan Teuku Rassya Buka Suara soal Tamara Bleszynski yang Tak Pakai Baju Seragam
-
Cedera di Laga Liverpool vs PSG, Hugo Ekitike Terancam Absen Panjang
-
Hasil Liga Champions: Barcelona Tersingkir Meski Menang dari Atletico Madrid
-
Hasil Liga Champions: PSG Hancurkan Liverpool dengan Agregat 4-0
-
Beasiswa Digital Talent 2026 Dibuka untuk 2.200 Peserta
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih