Sukabumi.suara.com - Pieper Lewis (17) harus mendekam di balik jeruji besi karena telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan di tempat tinggalnya, setelah menikam hingga tewas pria yang memperkosa dirinya.
Pieper Lewis merupakan seorang gadis asal Lowa, Amerika Serikat. Pada Selasa (14/9/2022) ia dinyatakan bersalah, dan pengadilan menjatuhkan hukuman percobaan 5 tahun dengan denda sebesar 150.000 dolar AS (Rp2,1 miliar) kepada keluarga Zachary Brooks, yang meninggal tahun 2020 lalu di kota Des Moines.
Berdasarkan laporan BBC, Pieper dinyatakan resmi bersalah karena mengaku telah melakukan pembunuhan secara tidak sengaja dan cedera yang disengaja. Kedua dakwaan tersebut dapat dihukum hingga 10 tahun penjara.
lebih lanjut, jika Lewis kedapatan melanggar masa percobaan yang telah diberikan, ia akan dihukum 20 tahun penjara.
Hakim distrik Polk County yaitu David M. Porter yang menjatuhkan hukuman tersebut, meminta Lewis untuk ditempatkan di sebuah fasilitas yang disiapkan negara di mana ia diwajibkan memakai alat pelacak.
Sang hakim mengatakan bahwa denda yang harus dibayar ke keluarga Brooks merupakan keputusan yang harus diambil berdasarkan hukum yang berlaku di negara bagian Iowa.
Untuk diketahui, kejadian pemerkosaan kabarnya berawal pada tahun 2020. Saat itu diceritakan jika Lewis sedang tidur di luar karena kabur dari rumahnya. Ia kemudian diculik oleh seorang pria dan dijual sebagai pekerja seks.
Berdasarkan keterangan Lewis, salah satu orang yang memperkosa adalah Brooks (37) yang memerkosanya berulang kali. Lalu Lewis pun menikam Brooks lebih dari 30 kali pada Juni 2020 di sebuah apartemen di kawasan Des Moines, ketika Lewis berumur 15 tahun.
Meski mengaku jika ia melakukan pembunuhan, tetapi Lewis merasa jika yang ia lakukan adalah membela diri.
Baca Juga: Pemerintah Klarifikasi Isu Penghapusan Daya Listrik 450 VA
Polisi dan jaksa tidak membantah jika Lewis diserang secara seksual dan diperdagangkan. Tetapi, penuntut berargumen bahwa Brooks sedang tidur pada saat itu sehingga ia bukan ancaman secara langsung.
Sumber: suara.com.
Berita Terkait
-
Anak Usia 12 Tahun di Medan Diperkosa hingga Terjangkit HIV, Polisi Turun Tangan
-
Remaja AS Dinyatakan Bersalah karena Bunuh Pria yang Memerkosanya
-
Bocah Perempuan di Medan Diperkosa Hingga Terjangkiti HIV, Begini Kata Polisi
-
Tragis, Bocah Perempuan di Medan Jadi Korban Pemerkosaan Hingga Terjangkiti HIV
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun
-
Peneliti Politik Hukum Beberkan Dugaan Anatomi Korupsi Eks Jampidsus
-
Di Hadapan Prabowo, Ijtima Ulama Sampaikan 3 Rekomendasi Strategis untuk Bangsa
-
Di Depan Prabowo, PKB Ngaku Siap Jadi Bagian Utama Wujudkan Anggaran Pro Rakyat
-
Kapolri Bertemu Direktur FBI, Sepakati Penguatan Investigasi dan Pertukaran Intelijen