Sukabumi.suara.com – Calon pendeta yang melakukan pencabulan di Kabupaten Alor, NTT berinisial SAS, kembali bertambah. Dua korban baru yang mengaku bahwa dirinya mendapatkan pelecehan seksual dari pendeta.
Jika ditambah, korban saat ini menjadi 14 orang yang diantaranya adalah 10 korban anak dibawah umur serta 4 korban yang sudah dewasa. Mereka korban pencabulan, persetubuhan dan UU ITE.
“Ada dua lagi korban (pencabulan) usia dewasa yang melapor ke Polres Alor pada Rabu kemarin,” ujar Kapolres Alor, AKBP Ari Satmoko, SIK didampingi Kasat Reskrim Polres Alor, Iptu Yames Jems Mbau, S.Sos saat ditemui di Kupang, Kamis (15/9/2022) sebagaimana diwaratakan Digtara.com – jaringan suara.com.
“10 anak di bawah umur dan 4 korban rata-rata berusia 19 tahun,” tandasnya.
Penyidik unit PPA Satreskrim Polres Alor sudah memeriksa para korban dan orang tuanya.
“Ada korban yang jadi saksi untuk korban lainnya,” ujarnya.
Saat ini sejumlah korban sudah menjalankan visum di rumah sakit dan sudah memberikan keterangan terkait kasus ini.
Ditanya apakah ada akibat yang dialami para korban yang disetubuhi pelaku SAS, Kapolres didampingi Kasat Reskrim menyatakan belum ada akibat langsung dari kejadian ini.
Akibat seperti korban hamil sampai saat ini belum ada,” tambahnya.
Baca Juga: Cita Citata Tegaskan Berita Mengenai Nikah Dengan Didi Mahardika
Sebelumnya diberitakan, SAS (35), oknum vicaris yang pernah bertugas di Kabupaten Alor, NTT dilaporkan ke polisi di Polres Alor atas kasus pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur.
Pelaku tersebut juga sempat memfoto dan memvideokan beberapa perempuan yang sedang dalam posisi bugil
Berita Terkait
-
Biadab! Bocah 12 Tahun Jadi Korban Pelecehan Seksual Selama Lima Tahun Hingga Terjangkit HIV
-
Pemprov Jateng Pecat Dua Pegawai non-ASN Pelaku Pelecehan Seksual
-
Fakta Anak di Medan Dijual dan Diperkosa Bertahun-tahun sampai Kena HIV
-
Embuskan Isu Pelecehan Seksual, Kamaruddin Duga Ferdy Sambo Guyur Uang ke Sejumlah Lembaga
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Antonio Rudiger Bertahan, Alasan Real Madrid Tunda Pengumuman Resmi Kontrak Baru Sang Bek
-
Heboh di Grup WA, Maling Kostum Pocong Resahkan Warga Rumbai Pekanbaru
-
Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel 2026: Syarat, Plafon Pinjaman, dan Cara Mengajukannya
-
Sering Promosi di Instagram, WO di Jaktim Ternyata Penipu: 58 Pasangan Jadi Korban
-
Komunitas Kretek Desak Pemerintah Tak Telan Mentah-mentah Narasi Anti-Tembakau Global
-
Wali Kota Kendari Laporkan Suami ke Polisi
-
Denny Sumargo Berandai Jadi Seskab, Kolom Komentarnya Langsung Meledak
-
Spesifikasi Redmi Headphone Neo di Indonesia: Harga Rp1 Jutaan, Baterai Tahan 72 Jam
-
Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI
-
John Herdman Waspadai Malaysia dan Thailand di Piala AFF 2026