Sukabumi.suara.com – Belakangan ini kata Kanjuruhan banyak disorot karena tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022). Bukan cuma di Indonesia, nama Kanjuruhan mendadak juga jadi sorotan masyarakat dunia yang ikut mengucapkan duka.
Di lain sisi, Kanjuruhan nyatanya bukan sebatas nama stadion, melainkan nama sebuah Kerajaan yang diyakini jadi cikal-bakal lahirnya kota Malang itu sendiri.
Diyakini jika Kerajaan Kanjuruhan sudah ada sebelum Kerajaan Majapahit dan Singosari ada, dan menjadi silsilah awal kelahiran Malang. Hal itu juga yang membuat Kerajaan Kanjuruhan disebut sebagai kerajaan tertua di Jawa Timur.
Bercorak Hindu dengan aliran Syiwa, Kerajaan yang diyakini sudah ada sejak abad ke-8 Masehi ini disebut berlokasi di titik yang saat ini berada di dekat Kota Malang.
Lebih detail, disebutkan jika titik Kerajaan Kanjuruhan kini berada di lokasi antara Sungai Brantas dan Sungai Metro, dan di dataran yang sekarang bernama Dinoyo, Merjosari, Tlogomas, dan Ketawanggede di Kecamatan Lowokwaru, Malang.
Selanjutnya, nama Kanjuruhan sendiri dipilih untuk menjadi nama stadion yang berada di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, yakni stadion Kanjuruhan.
Dibangun pada tahun 1997 dan diresmikan pada tahun 2004, stadion Kanjuruhan telah menjadi saksi dari banyak kemenangan yang tercatat bagi Arema FC.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar