Sukabumi.suara.com - Kepala Balai Phala Martha UPT Ditjen Rehabilitasi Sosial Kemensos RI yakni Cup Santo mengungkap, jika kasus pemasungan untuk orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Sukabumi masih cukup tinggi.
Cup Santo mengatakannya, faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab dilakukan pemasungan.
Selain itu minimnya kesadaran masyarakat dalam penanganan penyandang disabilitas mental, membuat angka pemasungan di salah satu kabupaten terluas di Jawa dan Bali ini masih tinggi. pemasungan rata-rata dilakukan oleh pihak keluarga.
"Apakah ini menggambarkan situasi nasional atau tidak, yang jelas populasi pemasungan di Kabupaten Sukabumi cukup tinggi. Baru-baru ini kami membebaskan di daerah Cibadak, kemudian Cisaat," ucap Cup saat diwawancara.
Pihaknya tidak memberikan data pasti mengenai berapa banyak ODGJ yang dipasung di Kabupaten Sukabumi. Tapi Cup bersama rekan lainnya sudah membebaskan sebanyak lima belas ODGJ yang dipasung oleh keluarga pada tahun 2021 di Kabupaten Sukabumi.
"Jumlah (pasti) saya harus melihat data, tapi yang jelas tahun kemarin 2021 kita sudah membebaskan 15 orang. Lalu untuk tahun ini, sampai September kami sudah membebaskan sembilan orang. Informasi soal itu kami peroleh dari masyarakat," jelas Cup.
Cup memastikan bahwa pihaknya akan merespons cepat setiap laporan ODGJ yang dipasung dengan memberi akses pelayanan ke rumah sakit jiwa. “Seperti kemarin ada anak usia 13 tahun, anak itu dipasung, sekaligus rangkaian hari kesehatan jiwa kami respons langsung dan hari ini sudah mendapatkan layanan di RS Marzoeki Mahdi Bogor," tutupnya.
Sumber: sukabumiupdate.com
Baca Juga: Imbas KDRT Lesty kejora, Rizky Billar Dilarang Tampil di TV
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
Sungsang
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi
-
Sinopsis Film Backrooms, Teror Labirin Misterius yang Siap Menghantui Bioskop Indonesia
-
Buntut Pelayanan Buruk, DPRD Kabupaten Bogor Desak Dinkes Evaluasi Puskesmas Cisarua
-
ART di Kota Wisata Bogor Tewas Disiksa Rekan Kerja, Disiram Air Panas Gara-Gara Charger Jam Tangan
-
Amazon MGM Studios Pakai AI, Industri Kreatif Sedang Masuk Fase Kritis
-
Dari Messi hingga Maradona, Ini Pemain dengan Caps Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia
-
BEM UGM Berubah Jadi SEMA, Pemilu Mahasiswa Dihapus dan Diganti Meritokrasi
-
TPAS Cilowong Membludak! Puluhan Truk Sampah Antre Akibat Jadwal Buang Sampah Bentrok