Sukabumi.suara.com – Sebuah kejadian kriminal terjadi pada salah satu sekolahan dimana mantan kepala sekolah dan mantan bendahara sekolah korupsi dan bos sampai ratusan juta begini ulasanya.
Unggahan video akun Marvel Aditya di media sosial Facebook memperlihatkan dua orang perempuan ditangkap diduga korupsi uang (BOS).
Mantan kapala sekolah dan mantan bendahara di salah satu sekolah menengah atas yakni SMK Swasta di sleman, DI Yogyakarta menjadi tersangka korupsi dan bantuan operasional sekolah (BOS) oleh pihak berwajib.
Korupsi kedua anggota sekolahan yang merugikan negara sebesar Rp 299.960.000 tersebut, dilakukan sejak tahun 2016 sampai 2019.
“Penyalahgunaan dana bos periode 2016 – 2019 si sekolah menengah kejuruan di wilayah Sleman, kerugian negara dari dari audit BPKB sebesar Rp 299.960.000.” ungkap Waka Polresta Sleman Kompol Andhyka Donny Hendarwan, Jumat (7/10/2022).
Kedua tersangka berinisial RD (43) dan NT (61) telah ditahan di Polresta Sleman. Tersangka RD ialah mantan kepala sekolah sedangkan tersangka NT pada saat itu mantan bendahara bantuan operasional (BOS) di sekolah.
Kanit IV Tipikor Polresta Sleman Iptu Afryyadyi Pratama mengatakan bahwa kasus tersebut terungkap berawal dari aduan masyarakat pada Januari 2020, Pihak kepolisian memakan waktu satu tahun lebih untuk menyelidiki kasus korupsi tersebut.
Pihaknya juga telah meminta bantuan kepada badan pengawas keuangan dan pembangunan (BPKB) guna menghitung kerugian negara yang telah di korupsi.
Uang yag seharusnya diterima oleh pihak sekolahan sebesar Rp 700 juta, tetapi sebagian uang yang dikorupsi kedua tersangka sebesar Rp 299.90.000.
Baca Juga: Alhamdulillah, Indonesia Terhindar dari Sanksi FIFA Terkait Tragedi Kanjuruhan
“Persis angkanya (yang dibagikan ke tim), dia (tersangka) lupa karena dari 2016 – 2019. Itu kan mereka per semester penarikan dana BOS itu.
Sontak warganet yang mengetahui akan hal itu memberikan berbagai komentar.
“Ketar ketir” kata warganet.
“Yang triliunan juga harus ditangkep” ucap warganet lainya.
“Coba setiap kecamatan ada tim khusus buat mengamati dana BOS, pasti kukut” sambung warganet lainya.
Tag
Berita Terkait
-
Diduga Mistis! Ruben Onsu Terlihat Tampil di Dua Acara TV Siaran Langsung Dalam Satu Waktu
-
Berkarya Bersanding Kontroversi! Sempat Dituduh Plagiat Lagu, Memakai Artwork Tanpa Izin, Kali Ini Pamungkas Gesek Ponsel Penggemar ke Alat Vital
-
Bukan Dipimpin Ustaz, Para Petani Ini Baca Doa Syukuran Dibantu Google, Warganet: Yang Penting Niat
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Dana Rp12 Miliar untuk Menata Taman Gurindam 12 Tanjungpinang
-
Invasi Pemain Keturunan: 23% Pemain di Piala Dunia 2026 Bukan Lahir di Negaranya
-
Beruang Kutub Dulu Putih Kini Kelabu: Tanda Alam yang Terabaikan dari Krisis Iklim Global
-
Lagu Kebangsaan Dicemooh, Pemain Iran Ramin Rezaeian Meledak
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,7, Empat Desa Laporkan Kerusakan Bangunan
-
Insiden Taichung Taiwan: 6 dari 7 PMI yang Diamankan Berstatus Pekerja Kaburan
-
Budiman Sudjatmiko dan Mahasiswa: Siapa yang Gagal Berdialog?
-
Adu Spek POCO X8 Pro vs iQOO Z11, Pilih HP Midrange Gahar yang Mana?
-
Taman Bendera Pusaka, Alternatif Wisata Keluarga di Jantung Ibu Kota
-
Perubahan Iklim Masuk ke Ruang Kelas: Ketika Suhu Sekolah Mulai Mengganggu Proses Belajar