Sukabumi.suara.com – Kejadian tragedi di stadion kanjuruhan memakan korban jiwa hingga ratusan supporter diduga terkena gas air mata. Karena meluapnya kapasitas tribun.
Setelah tragedi itu terjadi oknum TNI memberanikan diri mendatangi langsung korban yang ia tendang waktu di lokasi peristiwa itu terjadi.
Unggahan video oleh akun @hiu.petarung74 di media sosial Instagram Kamis (6/10/2022), memperlihatkan oknum Tni yang datang langsung ketempat orang yang ia tending waktu kejadian Kanjuruhan itu.
Terlihat dua oknum TNI dirumah korban yang ia tending dan menjelaskan maksud mereka datang kesana untuk meminta maaf kepada korban yang telah ia tending pada saat itu.
Terdengar juga suara ibu dari anak yang ditendang oleh oknum TNI tersebut menjawab permohonan maaf dari kedua oknum TNI itu, terdapat juga keluarga koban yang ada disana, mereka berbincang-bincang menggunakan bahasa Jawa.
Oknum TNI meminta maaf dengan alasan khilaf dan ditambah sang korban melanggar aturan akhirnya aksi tersebut terjadi.
“Pihak TNI yang melakukan tendangan ke supporter di satdion Kanjuruhan sudah meminta maaf ke pihak keluarga korban..sdh gentle dtng secara langsung” tulis dalam unggahan video tersebut.
Video tersebut mendapatkan berbagai komentar, dan tidak sedikit warganet yang memuji aksi permohonan maaf kedua oknum TNI.
“Yg ngomong kok atasanya dia cuman senyam senyum doank, lain kali jangan gitu lagi om” ucap salah satu akun warganet.
“Terimakasih sudah berbesar hati untuk mengakui kesalahan” tulis akun warganet.
“Mantap..luar biasa…salut..semangat semoga masa depanmu baik wahai prajurit” kutip warganet lainya.
“Semoga tulus ya gess minta maapnya” ucap warganet lainya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
Tak Diperpanjang, Bangkok United Bongkar Kondisi Pratama Arhan di Akhir Kontrak
-
Curiga Alibi Jatuh di Kamar Mandi, Penjaga Kos di Bandung Diancam Usai Bongkar Kejahatan Pelaku
-
Soal Blok Andaman, Kapolda Aceh Jamin Investasi di Aceh Aman dan Nyaman
-
Sensus Ekonomi DIY Baru 9 Persen, Dibayangi Kekhawatiran Pajak hingga Penolakan Warga
-
Hitung-hitungan Korea Selatan Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026: Pantang Main Aman Lawan Afsel
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
Maut di Sumberpucung Malang: Pengendara Motor Tewas Tertimpa Truk Tetes Tebu