Sukabumi.suara.com – Eks pengusaha kosmetik Media Zein, saat ini mendekam di penjara akibat tuntutan pencemaran nama baik yang dilayangkan Marissya Icha. Media dijatuhi hukuman 6 bulan penjara, dan seharusnya masih harus menghadapi satu lagi tuntutnan dari Marissya Icha soal laporan palsu.
Namun terbaru, Marissya Icha disebut mencabut laporan tersebut. Saat dimintai penjelasan, sahabat mendiang Vanessa Angel ini mengaku merasa sudah cukup memberikan pelajaran kepada Medina Zein.
"Enam bulan (Medina Zein dipenjara) saya rasa sudah cukup jadi pelajaran berharga buat Medina," ujar Marissya Icha kepada wartawan saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (10/10/2022).
Lebih lanjut, ia juga mengungkap jika ada pertimbangan lain yang membuat dirinya mencabut laporan terhadap Medina Zein, yakni perasaan sebagai seorang ibu yang sama-sama memiliki anak masih berusia kecil.
"Dia juga minta tolong karena anak saya, gitu, karena anaknya masih terlalu kecil. Ya karena saya juga seorang ibu, jadi saya memikirkan," terangnya lagi.
Tak sampai di situ, bahkan muncul kabar jika Medina Zein bersedia jika harus bersujud kepada Icha untuk meminta maaf. Hal tersebut kabarnya diungkap oleh sahabat dari Medina Zein.
"Kalau disuruh untuk saya sujud di kakinya Kak Icha juga saya akan sujud. Dia katanya sampai bilang kayak gitu," ungkap Marissya Icha.
Untuk diketahui, laporan palsu yang tadinya dilayangkan Marissya Icha terhadap Medina Zein adalah mengenai tuduhan penganiayaan. Sebelumnya, Medina diketahui mengadukan Marissya Icha atas dugaan penganiayaan ke Polres Metro Jakarta Selatan pada tahun 2021 lalu.
Namun, istri Lukman Azhari tersebut rupanya tidak bisa membuktikan hal tersebut. Kondisi itu yang membuat Marissya kemudian balik melaporkan Medina atas tuduhan laporan palsu dan pencemaran nama baik.
Baca Juga: Tersandung Dugaan Kasus KDRT, Rizky Billar Terancam 15 Tahun Penjara
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Studio DEEN Siap Garap Anime Baru Higurashi: When They Cry Setelah 20 Tahun
-
IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing
-
4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram
-
Ditempa Sang Waktu: Berapapun Seringnya, Patah Hati itu Tetap Sakit!
-
ASDP Operasikan 29 Kapal untuk Jaga Kelancaran Logistik Ketapang-Gilimanuk
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025
-
3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama