Sukabumi.suara.com - Pada hari Senin (24/10/2022) akan diperingati hari Diwali. Diwali merupakan perayaan bagi masyarakat India. Jika di Bali umat Hindu akan merayakan Nyepi. Maka di India dikenal dengan Diwali.
Diwali merupakan hari suci untuk merayakan kemenangan kebaikan (dharma) atas keburukan (adharma). Umumnya Diwali akan dirayakan oleh para penganut agama Dharma di India yang mencakup Hindu, Buddha, Jain, dan Sikh.
Diwali memiliki makna yang hampir sama dengan Nyepi yaitu sebagai bentuk dari perayaan atas kemenangan kebaikan di dunia. Tetapi perbedaan kultur di Indonesia dan India yang menyebabkan adanya perayaan dengan wujud yang berbeda.
Diwali akan dirayakan dengan Festival Cahaya, sebagai simbol kebaikan yang menyelimuti bumi. Selain Festival Cahaya, banyak sekali prosesi ritual yang dilakukan sebagai bentuk perayaan Diwali. Berikut penjelasan mengenai hari suci Diwali.
1. Dirayakan setiap akhir tahun dalam kalender masehi
Diwali biasanya dirayakan pada musim gugur atau sekitar bulan Oktober hingga November dalam tahun masehi. Adapun tahun 2022, Diwali jatuh pada hari Senin 24 Oktober.
Berdasarkan dengan perhitungan kalender Hindu, Diwali akan bertepatan dengan bulan baru yang muncul setelah akhir panen musim panas.
Sehingga perayaan Diwali juga dapat sekaligus sebagai perayaan atas hasil panen yang melimpah.
2. Dirayakan secara 5 hari berturut-turut
Baca Juga: 2 Korban Longsor di Kadudampit Sukabumi, Ayah Selamat Anak Tewas
Sama seperu perayaan Nyepi, Diwali akan dirayakan dengan beberapa rangkaian upacara keagamaan yang akan dilakukan selama lima hari berturut-turut.
Rangkaian tersebut dimulai dengan upacara Vasu Deras di hari pertama, dilanjutkan dengan upacara Dhan Teras di hari kedua, Naraka Chaturdarsi di hari ketiga, Lakshmi Puja di hari keempat, dan diakhiri dengan Balipratipada.
3. Memiliki makna kemenangan atas kebaikan dan pencerahan
Diwali dirayakan sebagai bentuk perayaan kemenangan dari dharma atau kebenaran sejati. Kebenaran sejati tersebut meliputi sifat-sifat luhur manusia yang menuntun dirinya untuk mendekatkan diri kepada Brahman atau Tuhan.
4. Memajukan sektor ekonomi India
Diwali dapat memajukan sektor ekonomi dari India karena perayaan Diwali juga menjadi salah satu momentum untuk merayakan kemakmuran dan rezeki yang diberikan oleh Dewi Lakshmi dengan cara belanja.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Ulasan Novel Olenka, Obsesi dan Kehampaan Jiwa yang Terasing
-
Kenapa Gelar Bangsawan Menantu Sultan Brunei Raabi'atul Adawiyyah Dicabut?
-
7 Cara Menghilangkan Bau Tidak Sedap pada Sepatu, Bisa Pakai Bahan Rumahan Ini
-
Survei BI: Keyakinan Konsumen Turun, Apa Penyebabnya?
-
Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, Tapi Mengapa Dunia Usaha Masih Tertekan?
-
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Apakah Lewat Indonesia?
-
Shakira Serukan Rakyat Kolombia Bersatu Hadapi Gempa Bumi Besar
-
Titik Balik Kasus Kematian Sutrimo: Mengapa Keluarga Akhirnya Memilih Lapor Polisi?
-
Rilis Trailer Perdana, Robert Pattinson Mainkan Dua Peran di Primetime
-
Sheet Mask atau Toner Dulu? Ini Urutan yang Benar agar Skincare Menyerap Maksimal