Sukabumi.suara.com - Perusahaan Unilever telah menarik beberapa produk samponya dari pasaran, karena dalam produk sampo tersebut mengandung bahan kimia benzena. Adapun merek dagang sampo yang ditarik Unilever adalah sampo aerosol Dove, Nexxus, Suave, TIGI, dan TRESemmé di Amerika Serikat.
Dilansir dari CNN, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah mengumumkan sejumlah produk yang ditarik penjualannya dari pasaran yaitu:
1. Dove Dry Shampoo Volume and Fullness
2. Dove Dry Shampoo Fresh Coconut
3. Nexxus Dry Shampoo Refreshing Mist
4. Suave Professionals Dry Shampoo Refresh and Revive.
Diketahui bahwa barang-barang yang ditarik merupakan produksi tahun 2021. Lalu FDA juga mengimbau kepada masyarakat untuk berhenti menggunakan produk Unilever diatas. Hal tersebut sebagai upaya pencegahan agar masyarakat tetap dalam keadaan yang sehat.
"Konsumen harus berhenti menggunakan produk sampo kering aerosol yang terkena dampak," ucap FDA dikutip Suara.com, Selasa (25/10/2022).
Selain itu masyarakat juga dapat melihat situs resmi perusahaan untuk mengetahui produk yang digunakan aman atau tidaknya.
Baca Juga: Setelah Dita Karang, Ini Orang Indonesia yang Disebut Bakal Jadi Idol di Korea Selatan
Sebelumnya Unilever, Procter & Gamble (PG) terlebih dahulu menarik lebih dari 30 produk perawatan rambut sampo kering aerosol. Karena pada produk milik PG itu disebut juga mengandung bahan kimia berupa benzena.
Kandungan benzena yang ada di dalam produk sampo tersebut, dinilai berbahaya karena dapat menyebabkan kanker, seperti leukimia. Masuknya bahan kimia benzena ke dalam tubuh dapat disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari inhalasi (melalui pernapasan) oral (melalui mulut), dan paparan kulit.
Sumber: suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya