Sukabumi.suara.com - Kepolisian Republik Indonesia resmi membuat peraturan Polisi (Perpol) terkait masalah pengamanan kompetisi sepakbola.
Kombes Pol Tri Atmodjo Marawasianto selaku Analis Kebijakan Madya bidang Operasi Sops mengungkapkan bahwa Polri telah membuat Perpol terkait pengamanan kompetisi olahraga.
"Saat ini telah selesai sinkronisasi dan harmoni di tingkat kemenhumkam. Perpol tersebut telah selesai dan mengatur terkait regulasi keamanan dan keselamatan pertandingan," ujar Tri Atmodjo.
Hal tersebut dibuat agar tidak ada lagi kasus seperti yang terjadi di Stadion Kanjuruhan yang menewaskan lebih dari seratus orang beberapa waktu lalu.
Hal tersebut dijelaskan pada rapat satuan tgas yang juga dihadiri Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dan perwakilan dari FIFA, Kemenkes, Kemendagri, KemenPUPD, dan Polri.
Rapat tersebut merupalan agenda rapat yang kedua. Serta Mochamad Iriawan turut senang terhadap perkembangan pekerjaan satgas tersebut.
"Setiap elemen sudah ada progres yang baik dan nantinya hasil ini akan kami sampaikan ke Presiden Joko Widodo. Tentu FIFA dan AFC sangat mendukung. PSSI berharap kami dapat selesai semua time line yang telah dibuat," ujarnya.
Kerja Satgas tersebut adalah membuat serta merumuskan soal tata kelola sepakbola di Indonesia. Tata kelola meliputi kesiapan infrastruktur serta pengamanan dan pemnyelamatan.
Nantinya hasil rumusan tersebut akan menjadi patokan atau acuan terselenggaranya kompetisi yang baik dan aman agar tidak terjadi kembali tragedi berdarah.
Baca Juga: PSSI Resmi Gelar KLB Pada 18 Maret 2023
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara