Sukabumi.suara.com - Acara musik Berdendang Bergoyang yang baru saja terlaksana pada 29-30 Oktober 2022 lalu menyisakan beberapa masalah.
Setelah sebelumnya menghapus salah satu stage dalam acara sehingga acara berlangsung kurang kondusif. Kemudian masalah kembali terjadi ketika kapasitas pada hari kedua membludak yang menyebabkan beberapa orang terluka.
Melihat kejadian tersebut polisi pun segera membatalkan konser pada hari ketiga, untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan.
"Polda menyatakan kegiatan itu kita hentikan, karena mempertimbangkan keselamatan jiwa penonton. Kita tidak ingin adanya korban jatuh," ucap Kombes Pol Endra Zulpan selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya, pada Senin (31/10).
Berdasarkan hasil penyidikan diketahui bahwa adanya praktik penjualan tiket yang melampaui kapasitas dari tempat terselenggaranya konser yaitu Istora Senayan.
Kemudian pada Kamis (3/11) status penyidikan kasus tersebut sudah naik ke tahap penyelidikan dan menetapkan satu orang tersangka yaitu HA yang merupakan penanggung jawab dari konser tersebut. Namun menurut pihak kepolisian dapat berkembang lagi terhadap pihak lainnya.
"Masih, sangat-sangat bisa berkembang. Bisa (penanggung jawab) tiketing, kemudian produksi juga bisa. Tapi ini semua masih prematur, cuman yang telak baru satu yang HA," jelas Komarudin.
Pada Jumat (4/11) sore ini akan digelar olah perkara penetapan tersangka dari kasus konser musik Berdendang Bergoyang. Gelar perkara tersebut dilakukan setelah status penyidikan dinaikan menjadi penyelidikan.
"Iya betul (gelar perkara penetapan tersangka) hari ini sore," ucap Kombes Pol Komarudin selaku Kapolres Metro Jakarta Pusat, pada Jumat (4/11).
Baca Juga: Keroyok Adik Kelas, 4 Siswa SMK di Jakarta Resmi Jadi Tersangka
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Mari Rayakan HUT ke-70 Danamon di Pontianak dengan Hidangan Serba Rp70 Pakai QRIS D-Bank PRO
-
Thomas Tuchel: Inggris Siap Bertarung Hadapi Argentina yang Sarat Emosi
-
PSI Klaim Jokowi Effect Mulai Terasa, 6.000 Warga Lampung Daftar Jadi Anggota
-
HUT ke-70 Danamon, Nasabah di Balikpapan Bisa Nikmati Hujan Promo di Banyak Merchant Favorit
-
Puas Belanja Online, Fajar Sadboy Bertransformasi Jadi Happyboy
-
Demi Belajar Mengaji, Driver Ojol Yogyakarta Rela Tinggalkan Order Dua Jam Setiap Rabu
-
Semifinal Memanas, Wakil Presiden Argentina Singgung Konflik Falkland Jelang Lawan Inggris
-
Tahun Ajaran Baru Tak Harus Serba Baru, Orang Tua Tak Perlu Memaksakan Diri
-
HUT ke-70 Danamon, Nasabah Medan Bisa Nikmati Promo di Nelayan Restaurant hingga Pagi Sore
-
Nasib Ganti Rugi JPO Tendean Belum Jelas, Pemprov DKI Masih Negosiasi dengan Perusahaan Truk